Nasional

Inilah Nasib Anggota OPM yang Tobat, Hidupnya Lebih Enak saat Masuk NKRI, Ada Ritual Cium Bendera

Inilah Nasib Anggota OPM yang Tobat, Hidupnya Lebih Enak saat Masuk NKRI, Ada Ritual Cium Bendera Merah Putih

Inilah Nasib Anggota OPM yang Tobat, Hidupnya Lebih Enak saat Masuk NKRI, Ada Ritual Cium Bendera
IST
Petinggi OPM, Talengga Gire, saat mencium Bendera Merah Putih sebagai tanda setia terhadap NKRI, Selasa (11/6/2019). 

Aidi mengklaim, Telangga juga akan mengimbau mantan rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk segera mengikuti jejaknya agar mereka bisa memiliki kehidupan yang normal.

Petinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Masuk NKRI, Katanya Merasa Ditipu & Hidup Menderita di Hutan

Telangga Gire menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser kepada Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo diDistrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua (08/06/2019).
Telangga Gire menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser kepada Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo diDistrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua (08/06/2019). (dok Pendam XVII Cenderawasih)

Merasa Ditipu & Hidup Menderita di Hutan

Bosan dengan janji-janji dan hidup menderita di dalam hutan, anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Telangga Gire (30) yang merupakan ajudan Goliat Tabuni, salah satu petinggi OPM di Kabupaten Puncak Jaya, menyatakan diri kembali ke NKRI.

"Hari ini (8/06/2019), sekitar 08.15 WIT Telangga Gire menyatakan menyerahkan diri serta berikrar kesetiaan kepada NKRI di hadapan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo didampingi oleh 25 orang anggota Kodim di Kampung Wurak Distrik Illu Kabupaten Puncak Jaya," ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui rilis, Sabtu (8/6/2019).

Selain itu, ada tiga orang lainnya yang mengikuti Telangga yang mengambil keputusan kembali ke NKRI, mereka adalah, Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30) dan Perengga (27).

Mereka juga menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser dan sejumlah amunisi cal 7,62.

"Menurut Telangga bahwa senjata tersebut adalah milik polisi yang dirampas pada saat penyerang Polsek Karubaga, Kabupaten Tolikara tahun 2013," kata Aidi.

Menurut dia, Telangga dan rekan-rekannya merasa tertipu oleh Goliat Tabuni dan kelompoknya bahwa tidak lama lagi Papua akan merdeka dan mereka akan dijanjikan jabatan tinggi.

"Kami bertahun-tahun hidup menderita di hutan, kepanasan, kedinginan, kehujanan, kelaparan dan lain-lain. Tiap hari hanya makan petatas dan keladi ambil dari kebun warga, sementara pembangunan di kampung-kampung dan di kota-kota semakin maju dan warga hidup sejahtera," ucap Aidi, menyampaikan apa yang dikatakan Telangga.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved