Kabar Trenggalek

Polisi Amankan Sekitar 20 Balon Udara yang Siap Diterbangkan Warga Meriahkan Ketupatan di Trenggalek

Sekitar 20 balon udara yang hendak diterbangkan warga diamankan Polres Trenggalek, Namun beberapa balon udara lain telah diterbangkan secara liar.

Polisi Amankan Sekitar 20 Balon Udara yang Siap Diterbangkan Warga Meriahkan Ketupatan di Trenggalek
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Polisi mengamankan balon udara yang hendak di terbangkan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Rabu (12/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Sekitar 20 balon udara yang hendak diterbangkan warga diamankan Polres Trenggalek, Rabu (12/6/2019). Sementara beberapa balon udara lain telah diterbangkan secara liar.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi mengatakan, 20-an balon udara diamankan dari empat wilayah. Yakni Kecamatan Tugu, Pogalan, Durenan, dan Gandusari. "Polisi melaksanakan patroli antisipasi penerbangan balon udara setelah menggagalkan balon udara yang akan diterbangkan," kata Supadi.

Awalnya, polisi menggagalkan penerbangan balon udara di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Balon udara yang digagalkan terbang sebanyak dua buah. Masing-masing berukuran sekitar 2 meter x 3 meter. Balon udara itu diterbangkan dengan api.

Ditambahkan Kapolsek Pogalan AKP M Mahmudi mengatakan, tiga balon udara lainnya telah lebih dulu di terbangkan di pagi hari. Pantauan Suryamalang.com, balon udara sudah mulai tampak terbang di beberapa titik di atas daratan wilayah Kabupaten Trenggalek. Kebanyakan balon udara berukuran besar dan diterbangkan bebas tanpa tali pengait.

"Kami sudah sosialisasi sebelumnya. Karena berbahaya, selain mengganggu penerbangan, bisa juga menyebabkan kebakaran ataupun korsleting arus jika tersangkut di menara pemancar sinyal," ucap Kapolsek Pogalan.

Ia menjelaskan, balon udara boleh diterbangkan dengan menenuhi beberapa kriteria. Antara lain, balon udara dilengkapi tali pengait agar balon tak terbang secara liar. Panjang tali yang boleh dijadikan pengait juga harus memenuhi kriteria.

Sekadar informasi, penerbangan balon udara merupakan salah satu tradisi berbahaya di beberapa daerah ketika Lebaran Ketupat yang diadakan 7 hari setelah Idulfitri. Namun, penerbangan balon udara ini berpotensi membahayakan. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved