Kabar Trenggalek

Ribuan Warga Antusias Saksikan Dan Ikuti Arak-arakan Festival Kupatan Di Trenggalek

Dalam festival kupatan, satu tumpeng ketupat setinggi sekitar dua meter dan satu tumpeng berisi sayur dan buah diarak keliling dusun.

Ribuan Warga Antusias Saksikan Dan Ikuti Arak-arakan Festival Kupatan Di Trenggalek
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Arak-arakan gunungan kupat dalam Festival Kupatan Durenan di Kebupaten Trenggalek, Rabu (12/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Ratusan warga antusias menonton arak-arakan ketupat dalam Festival Kupatan Durenan di Kabupaten Trenggalek, Rabu (12/6/2019).

Bukan hanya warga Desa Durenan, Kecamatan Durenan saja yang datang ingin menyaksikan kegiatan tahunan itu. Tapi juga warga dari kecamatan lain.

Salah satu warga Kelurahan Ngatru, Kecamatan Trenggalek, Aji Pras mengaku sengaja datang ke festival itu untuk menyaksikan langsung budaya yang sudah berlangsung sejak 2013 itu.

Ia datang bersama teman-temannya sejak pagi hari. Dalam festival itu, satu tumpeng ketupat setinggi sekitar dua meter dan satu tumpeng berisi sayur dan buah diarak keliling dusun.

"Di Trenggalek ada tempat lain yang menggelar arak-arakan ketupat. Tapi saya memilih ke sini karena di sini yang lebih punya cerita budaya," kata Pras.

Selain di Durenan, kegiatan serupa juga digelar di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Kegiatan digelar di hari yang sama. Tradisi kupatan di Durenan berasal dari kebiasaan pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum. Pengasuh pondok dari generasi ke generasi menyediakan menu ketupat untuk warga yang datang. Kebiasaan itu kemudian ditiru oleh warga-warga lain.

Sejak 2013, pihak desa untuk pertama kali menggelar arak-arakan yang berlangsung hingga saat ini. Arak-arakan dimulai dari Ponpes Babul Ulum. Melewati jalan raya dan jalan kampung sepanjang kira-kira 700 meter (m), arak-arakan finish di lapangan desa setempat. Arak-arakan diikuti oleh Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan istri.

Pria yang akrab disapa Gus Ipin itu turut juga membawa kedua anaknya. Sepanjang perjalanan arakan,  ia berjalan kaki mendampingi sang anak yang naik kuda.

Gus Ipin yang mengenakan pakaian khas Jawa beberapa kali dihampiri para warga yang menonton arak-arakan.
Sepanjang jalan, warga tampak antusias menonton acara itu. Selain sekadar melihat, banyak juga dari mereka yang mengabadikan kegiatan itu dengan kamera telepon selular.

Ketika tumpeng sampai di lokasi, puluhan pengunjung langsung berebut. Selain ketupat, di tumpeng itu disediakan juga masakan tempe kering dan kerupuk.

Dian Rahmat, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek mengaku sangat menikmati keramaian dalam kegiatan tersebut. Ia mengikuti arak-arakan dari hingga akhir.

"Adanya cuma setahun sekali. Mumpung sedang tidak ada kegiatan, saya datang saja ke sini," ucapnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved