Kabar Trenggalek

Tahun Depan Trenggalek Siap Gelar Festival Kupatan Untuk Pecahkan Rekor MURI, Rencana Gus Ipin

Bupati Trenggalek, M Nur Arifin berencana akan membuat festival kupatan yang lebih besar pada perayaan tahun depan.

Tahun Depan Trenggalek Siap Gelar Festival Kupatan Untuk Pecahkan Rekor MURI, Rencana Gus Ipin
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek M Nur Arifin bersama istri dan dua anaknya ikut dalam arak-arakan tumpeng ketupat di Festival Kupatan Durenan, Rabu (21/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, M Nur Arifin berencana akan membuat festival kupatan yang lebih besar pada perayaan tahun depan. Hal itu disampaikan Bupati Trenggalek saat mengikuti Festival Kupatan Durenan di Desa/Kecamatan Durenan, Rabu (12/6/2019).

"Kita tahun depan akan mengadakan festival kupatan yang memecahkan Rekor MURI (Musium Rekor Dunia-Indonesia)," kata pria yang akrab disapa Gus Ipin itu.

Hal itu agar festival kupatan di Trenggalek bisa lebih menarik minat masyarakat. Bukan cuma Trenggalek, tapi juga warga luar kota. Rekor MURI bakal disiapkan untuk lomba kreasi ketupat. Konsep dan detailnya masih akan disiapkan.

Lomba kreasi ketupat baru pertama kali diadakan dalam Festival Kupatan Durenan tahun ini. Hadiah yang disiapkan panitia bagi penenang senilai Rp 3 juta. Pada perayaan pertama kali tahun 2013 hingga saat ini, festival ketupat hanya digelar dengan arak-arakan tumpeng ketupat.

Pemkab Trenggalek, kata Gus Ipin, menargetkan enam kegiatan yang akan memecahkan Rekor MURI. Salah satunya, yakni festival kupatan di Durenan.

Menurut dia, festival seperti itu harus dilestarikan agar tak lekang ditelan waktu. Kreasi-kreasi baru dalam kegiatan itu harus terus dibuat agar festival tak monoton.

"Sekarang, hampir di semua daerah di Kabupaten Trenggalek menggelar kupatan. Di Kecamatan Watulimo, ada kupatan dengan bakar-bakar ikan. Di Kelurahan Widoro dan Sukorame, Kecamatan Gandusari juga ada. Semuanya berawal dari Durenan," ucap Gus Ipin.

Pada tahun ini juga, untuk pertama kalinya Bupati Trenggalek ikut berkeliling arak-arakan tumpeng ketupat.
Gus Ipin ditemani sang istri dan dua anaknya. Berbusana khas Jawa, Gus Ipin membuka dan memimpin proses arak-arakan itu.

Arak-arakan tumpeng ketupat itu dimulai dari Pondok Pesantren Babul Ulum hingga lapangan desa setempat. Rutenya sekitar 700 meter. Sebagai pelengkap, ada juga pertunjukan busana dan musik islami sepanjang perjalanan festival.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved