Malang Raya

Kejari Malang Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana, Termasuk Uang Mainan Rp 1 Miliar

Ada sekitar 400 perkara penyumbang ratusan barang bukti, yang dimusnahkan bersama oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

Kejari Malang Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidana, Termasuk Uang Mainan Rp 1 Miliar
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum, Kamis (13/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum, Kamis (13/6/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Abdul Qohar SH menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari perkara tahun 2018 dan 2019. Ada sekitar 400 perkara penyumbang ratusan barang bukti, yang dimusnahkan bersama oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

"Jadi barang bukti yang dimusnahkan ini adalah perkara tahun 2018 dan tahun 2019. Ada ganja, sabu, uang mainan, senjata tajam dan barang bukti lainnya," kata Qohar usai mengikuti pemusnahan.

Qohar menambahkan, barang bukti tersebut memang sesuai putsannya harus dilakukan pemusnahan. Putusan diperkuat oleh perkara yang dimusnahkan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, serta sudah mendapat putusan inkrah.

Terkait barang bukti yang dimusnahkan, Qohar merinci ada dari narkotika jenis ganja, berasal dari  20 perkara dengan barang bukti sebanyak 442 gram. Kemudian, pil dobel L sebanyak 90 perkara dengan barang bukti  sebanyak 624.910 butir.

"Uang mainan dari dua perkara dengan barang bukti 10.810 lembar pecahan Rp 100.000. Lalu botol miras sebanyak 1 perkara, dengan barang bukti dua kardus sebanyak 16 botol," jelas Qohar

Penindakan beredarnya vcd bajakan juga tak luput dari kacamata Kejari Kepanjen. 325 keping vcd musik bajakan turut dimusnahkan dalam pemusnahan kali ini.

"Serta barang bukti lainnya meliputi tas dompet, bungkus rokok, botol minum, buku nikah palsu, senjata tajam dan barangk bukti lainnya juga tak luput dari pemusnahan," jelasnya.

Di sisi lain, sejak awal tahun 2019, jajaran kepolisian Polres Malang sudah menangani 950 laporan tindak kejahatan.

“Berdasarkan catatan terbaru yang kami himpun, Polres Malang sudah menangani 950 laporan tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang, sejak awal tahun 2019 lalu,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Dari jumlah tersebut, bulan april menjadi saat dimana jumlah laporan membeludak. Pada saat itu, Polres Malang menangani sebanyak 308 kasus. Sedangkan di bulan maret hanya 181 kasus, februari 258 kasus, dan januari 203 kasus.

“Dari 950 kasus, sebanyak 521 diantaranya sudah berhasil diungkap oleh Polres Malang,” jelas Ainun.

Berkaca pada jumlah iru, Polres Malang sudah berancang-ancang untuk meminimalisir adanya tindak kriminal. Seperti pada saat menjelang dan paska lebaran beberapa waktu lalu.

“Guna mengamankan bulan ramadan hingga lebaran kemarin, kami sudah menginstruksikan kepada 800 personel untuk melakukan penjagaan dan pegawasan guna mengantisipasi tindak kejahatan,” tutur Ainun. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved