Kota Batu

Pemkot Batu Didesak Miliki Balai Uji KIR Sendiri, Tekan Biaya Uji KIR Kendaraan Warga Kota Batu

Pemilik kendaraan di Kota Batu mengeluhkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan uji KIR kendaraan.

Pemkot Batu Didesak Miliki Balai Uji KIR Sendiri, Tekan Biaya Uji KIR Kendaraan Warga Kota Batu
suryamalang.com/Sany Eka Putri
Salah satu angkutan Kota Batu saat beroperasi sesuai jalurnya di Kota Batu dan wajib melakukan uji kir di lain daerah. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemilik kendaraan di Kota Batu harus mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan uji KIR kendaraan. Sekali uji KIR biayanya bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.

Hal itu dikarenakan pemilik kendaraan khususnya yang membawa penumpang dan barang melakukan uji KIR di daerah lain. Sedangkan Kota Batu masih belum memiliki tempat untuk Uji KIR.

Sekretaris Organda kota Batu, Totok Abdul Muntholib mengatakan, biasanya pemilik kendaraan kota Batu numpang ikut uji KIR di Kabupaten Malang, Pasuruan, Blitar, Kediri. "Belum lagi persyaratan yang ditentukan dari Dishub Kota Batu ini dirasa menyulitkan pemilik kendaraan. Seperti harus ada KTP dari pemilik kendaraan yang lama," ungkapnya, Kamis (13/6).

Padahal, lanjutnya, jika sudah ada surat kuasa tidak diperlukan lagi tanda pengenal dari pemilik yang lama. Karena hal itu memakan waktu yang lama bagi pemilik kendaraan yang akan melakukan uji KIR. Oleh sebab itu, banyak pemilik kendaraan maupun sopir angkot Kota Batu yang tidak melakukan uji KIR.

Dikatakannya, apabila Kota Batu memiliki tempat Uji KIR sendiri akan menghemat anggaran yang dikeluarkan pemilik kendaraan. "Hanya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu rupiah saja jika punya Uji KIR sendiri. Biayanya tiga kali lipat lebih mahal jika Uji KIRdilakukan di luar daerah," paparnya. 

Untuk itu, dikatakan Totok, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajak beberapa perwakilan pemilik kendaraan untuk berbicara langsung ke Dinas Perhubungan. "Rencana sih hari ini, karena untuk memudahkan kami juga saat mengurus Uji KIR," pungkasnya.

Sementara Ketua Aliansi Pengemudi Mobil Penumpang Umum (APMPU), Heri Junaedi menambahkan, pengemudi MPU di Kota Batu yang berjumlah 350 armada yang terbagi dalam 9 jalur. Sedangkan sedikitnya 1.500 kendaraan di Kota Batu tidak memiliki tanda laik jalan.

"Bahkan beberapa kendaraan ini lebih pilih numpang uji KIR di Pasuruan. Karena kalau di Kota Malang dan di Kabupaten Malang sering dinyatakan Tidak Layak," tuturnya. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved