Malang Raya

Pendaftar PPDB Offline Pakai SKTM Diperbolehkan

Pendaftar offline PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk masuk SMAN-SMKN juga ada yang memakai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

Pendaftar PPDB Offline Pakai SKTM Diperbolehkan
http://ppdbjatim.net/
Pendaftar offline PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk masuk SMAN-SMKN juga ada yang memakai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) untuk jalur keluarga tidak mampu. Di SMAN 4 Kota Malang hanya satu orang. "Hanya satu orang saja di hari pertama," jelas Alfan Akbar, Ketua Panitia PPDB SMAN 4 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pendaftar offline PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk masuk SMAN-SMKN juga ada yang memakai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) untuk jalur keluarga tidak mampu. Di SMAN 4 Kota Malang hanya satu orang. "Hanya satu orang saja di hari pertama," jelas Alfan Akbar, Ketua Panitia PPDB SMAN 4 Kota Malang kepada Suryamalang.com, Kamis (13/6/2019).

Sampai penutupan pendaftaran pada Kamis (13/6/2019) hanya itu saja yang memakai SKTM. Dikatakan, pendaftar jalur offline dari keluarga tidak mampu akan diverifikasi sebelum diumumkan pada 17 Juni 2019. Proses verifikasi mulai Jumat (14/6/2019). Sementara Gubernur Jatim Khofifah membolehkan pendaftar offline jalur keluarga tidak mampu memakai SKTM jika tak memiliki kartu yant dikeluarkan pemerintah seperti KIP. Meski di juknisnya malah tidak ada.

Untuk jalur keluarga tidak mampu ada kuota 20 persen namun sebanyak 5 persen untuk buruh. Untuk itu, harus ditunjukkan dengan surat keterangan atau kartu dari serikat buruh saat mendaftar. Sementara itu di web ppdb jatim sudah keluar zonasi PPDB Kota Malang untuk masuk SMAN, Kamis (13/6/2019). Ada 10 SMAN yang dibagi berdasarkan kecamatan.

Zona 1 meliputi Kecamatan Blimbing, Sukun, Klojen dan Lowokwaru. Sedang sekolah yang bisa dipilih adalah SMAN 4, 5, dan SMAN 7.

Zona 2 meliputi Kecamatan Blimbing, Kedungkandang dan Lowokwaru dengan sekolah SMAN 1,8 dan 9.

Zona 3 meliputi Kecamatan Kedungkandang, Sukun dab Klojen dengan SMAN 2,3, 6 dan 10.

Sementara soal irisan kecamatan lain di Kabupaten Malang tak muncul di web itu. Di juknis, untuk irisan disebutnya hanya dua persen dari pagu. Sempat ada informasi hanya dua SMAN yang menerima irisan yaitu Kecamatan Pakis hanya di SMAN 10 dan Kecamatan Tajinan hanya boleh mendaftar di SMAN 6.

Namun menurut Tri Suharno, Ketua MKKS SMAN Kota Malang saat dialog PPDB di RRI Malang menyebutkan masih belum fix. Sehingga menunggu informasi saat pendaftaran zonasi/online mulai 17 Juni 2019 nanti. Sebelum mendaftar, pastikan dulu melakukan pengambilan pin di SMAN atau SMKN terdekat. Pengambilan pin sampai 20 Juni 2019 dan diumumkan pada 21 Juni 2019.

Jika sudah mengambil pin di SMA tidak bisa mengambil pin di SMK. Harus salah satu jenjang. Berbeda dengan SMAN, untuk ke SMKN tanpa zonasi. Hal ini karena jurusan di SMKN banyak. Utomo, Ketua Panitia PPDB SMAN 10 menyatakan ada dua model PPDB, yaitu zonasi sebanyak 50 persen dan 20 persen berdasarkan nilai NUN. "Ini sudah 70 persen dari pagu," kata dia. Zonasi jika 500 meter belum terpenuhi, maka radiusnya akan meluas hingga 1 Km.

Jika sudah terpenuhi 50 persen, baru diseleksi lewat NUN sebanyak 20 persen dari pagu. Sisanya untuk jalur offline. Sementara data pagu per SMAN-SMKN belum keluar di web. Namun sekolah sudah mengajukan ke cabang dindik. Seperti di SMAN 6 dan SMAN 10 masing-masing 10 rombel atau 340 siswa.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved