Kabar Sidoarjo

Perusak Surat Suara di Sidoarjo Cuma Divonis Hukuman Percobaan

Kasus perusakan surat suara Pemilu 2019 di TPS 09 Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo memasuki babak akhir.

Perusak Surat Suara di Sidoarjo Cuma Divonis Hukuman Percobaan
suryamalang/ tribun
beda warna surat suara pemilu 2019 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Kasus perusakan surat suara Pemilu 2019 di TPS 09 Desa Kloposepuluh Kecamatan Sukodono, Sidoarjo memasuki babak akhir.

Mulyadi (51), warga Desa Kloposepuluh yang menjadi terdakwa dalam peristiwa tersebut telah dijatuhi hukuman penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (13/6/2019).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim juga tidak jauh dari tuntutan jaksa. Terdakwa divonis hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan selama delapan bulan.

Dia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5 juta dengan subsider 1 bulan penjara. "Artinya, jika tidak membayar maka harus mengganti dengan hukuman penjara selama satu bulan," kata Ketua Majelis Hakim Sih Yuliarti  membaca amar putusannya.

Menurut hakim, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemilu sebagaimana yang tertuang dalam pasal 532 Undang-undang Pemilu.

Terdakwa disebut secara sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai.

Vonis itu tidak jauh dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa Ridwan Dermawan selaku jaksa penuntut umum dalam perkara ini telah menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 bulan dengan massa percobaan selama 10 bulan. Serta denda sebesar Rp 5 juta.

Mendengar putusan yang ringan tersebut, terdakwa langsing menerima hasil vonis dari majelis hakim. Bahkan selepas sidang, terdakwa juga sempat sujud syukur.

Penasihat hukum terdakwa, Makin Rahmat mengaku juga telah menerima hasil vonis dari majelis hakim. “Setelah berunding dengan terdakwa dan dianggap cukup adil, kami memutuskan cukup,” jawab dia.

Peristiwa pidana itu terjadi pada Rabu (17/4/2019) lalu saat proses perhitungan hasil pemilu. Terdakwa menghadiri sesi penghitungan suara hasil pemilu DPRD Provinsi di TPS 09 Desa Kloposepuluh sekitar pukul 18.00 WIB.

Pada saat penghitungan berlangsung, terdakwa izin mendekat ke tumpukan surat suara karena tidak kelihatan hasil perolehan suara yang telah dihitung.

Melihat tumpukan surat suara di atas meja, terdakwa secara spontan meraba tumpukan surat sura tersebut dan mencoblos surat suara
itu dengan paku kecil yang ditemukan didekat meja.

Terdakwa mencoblos surat suara secara acak sebanyak sebelas kali. Aksi itu juga terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat beredar.

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved