Kabar Pasuruan

Polisi Pasuruan Ringkus Empat Buron Maling Motor saat Berlebaran ke Kampung Halaman

MALING MOTOR - Mereka adalah Misal (27) warga Purwosari, Arto (26) warga Puspo, Rangga (21) warga Lumbang, dan Munip (36) warga Prigen.

Polisi Pasuruan Ringkus Empat Buron Maling Motor saat Berlebaran ke Kampung Halaman
Galih Lintartika
Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Yoga P saat berbincang dengan pelaku curanmor, Arto. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Empat maling motor diringkus Satreskrim Polres Pasuruan saat momentum Idul Fitri.

Dari empat, tiga di antaranya pelaku curanmor yang sudah buron selama dua tahun terakhir. Mereka sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama ini.

Satu tersangka, merupakan pelaku curanmor dalam kasus baru. Keempatnya, diringkus di rumahnya saat lebaran kemarin.

Jadi, mereka sengaja pulang ke kampung halaman dari perantauan untuk melepas rindu dengan keluarganya. Sayangnya, kepulangan mereka tercium anggota kepolisian.

Di saat maaf - maafan, para tersangka ini diciduk satu per satu. Mereka adalah Misal (27) warga Purwosari, Arto (26) warga Puspo, Rangga (21) warga Lumbang, dan Munip (36) warga Prigen.

Dari data yang didapatkan, mereka ini terkenal tega saat beraksi. Kata dia, keempat orang ini tak tanggung - tanggung saat beraksi. Mayoritas, mereka sudah beraksi di sembilan TKP lebih di Jawa Timur.

Tak peduli siapa pemilik motor itu. Bagi mereka ada peluang, sepeda motor diparkir di pinggir jalan disikat. Termasuk, dari empat tersangka ada yang nekat mencuri motor seorang anggota polisi.

"Saya tidak tahu kalau itu anggota polisi. Saya lihat rumahnya kosong, dan baru saja pergi, ya sudah saya ambil," kata Arto.

Arto mengaku tidak mengetahui hal itu. Pasca menyadari bahwa rumah yang diobok - obok dan motornya ia curi, ia langsung pergi.

"Saya ke Madura. Di sana saya kerja dan sudah dua tahun tidak pulang. Kemarin lebaran, kangen ingin ketemu ibu, makanya saya pulang," jelasnya.

Kasat Rekskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Yoga P menjelaskan, dalam pemeriksaan, keempatnya ini memang sengaja melarikan diri dan bersembunyi.

Mereka kabur sesaat agar tidak ketahuan dan ditangkap Polisi. Mereka mengira setelah dua tahun menghilang, Polisi tidak akan mencarinya.

"Perkiraan mereka salah, makanya begjtu habis unjung - unjung, tersangka kami sikat. Kami bawa ke Polres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," paparnya.

Dijelaskan dia, dalam pemeriksaan, terungkap bahwa setiap kali melakukan aksinya, tersangka ini menggunakan kunci T. Kata Kasat, kunci T ini yang digunakan para tersangka untuk merusak motor milik korban.

"Rata - rata mereka jual ke penadah dengan harga di kisaran Rp 2 juta - Rp 4 juta. Tidak lebih dari itu. Ini masih akan kami kembangkan. Kami juga masih mengejar penadah motor curian para tersangka ini. Mereka ini tidak saling kenal,dan mereka dari kelompok curanmor yang berbeda," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved