Malang Raya

Sengketa Rumah Mewah di Taman Ijen Berlanjut, Pihak Hardi Sebut Lelang Sesuai Prosedur

Sengketa rumah di Taman Ijen, Kota Malang belum berakhir. Mantan suami Valentina, Hardi Soetanto memberikan keterangan melalui kuasa hukumnya, Lardi.

Sengketa Rumah Mewah di Taman Ijen Berlanjut, Pihak Hardi Sebut Lelang Sesuai Prosedur
yul
suryamalang.com | IG: @suryamalangcom 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sengketa rumah di Taman Ijen, Kota Malang belum berakhir. Mantan suami Valentina, Hardi Soetanto memberikan keterangan melalui kuasa hukumnya, Lardi. 

Dijelaskan Lardi, menanggapi beberapa pemberitaan yang muncul belakangan ini, perlu ada penjelasan dari pihaknya.

Dijelaskannya, lelang empat rumah mewah tersebut sudah sesuai dengan hasil putusan Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan itu, menjelaskan bahwa seluruh harta yang diperoleh selama perkawinan Hardi dan Valentina menjadi harta bersama.

Di antaranya rumah di Taman Ijen Blok B6, Blok B 7, Blok B 8 dan Blok B 27 Perumahan Pahlawan Trip, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan banyak lagi aset lainnya. Termasuk juga aset yang saat ini digunakan Pizza Hut di Jl Galunggung, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Empat Rumah Mewah di Kawasan Elit Kota Malang Dilelang Negara, Pemilik Tidak Tahu Menahu

Lardi menjelaskan bahwa objek lelang dalam Perkara Nomor: 01/Pdt.Eks/2017/PN.Tbn Jo No.25/Pdt.G/2013/PN.Tbn masuk dalam harta bersama yang diperoleh selama perkawinan antara Hardi dan Valentina.

"Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tuban, sebagaimana sita terhadap harta bersama telah dinyatakan sah dan berharga dalam Putusan Pengadilan Negeri Tuban,” ujarnya, Kamis (13/6/2019).

Hal itu diperkuat lagi dengan Putusan Mahkamah Agung No. 503 K/PDT/2015 tanggal 22 Juni 2015 jo. Putusan Peninjauan Kembali No. 598 PK/PDT/2016 tanggal 24 November 2016 yang mana putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap sehingga lelang dapat dilaksanakan.

Meskipun saat ini pihak Valentina kembali mencoba melakukan perlawanan,  namun Lardi tetap mempercayakan PN Malang dalam melaksanakan lelang sesuai dengan undang-undang. 

"Kami telah mempercayakan kepada PN Malang selaku penerima delegasi dari PN Tuban untuk pelaksanaan lelang perkara aquo sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. PN Malang dan PN Tuban telah melaksanakannya sesuai dengan prosedur Lelang dengan benar,” tegas Lardi.

Pengacara Valentina, Gunadi Handoko mengatakan kalau pengumuman lelang eksekusi dilakukan tanpa memberitahukan kepada kliennya ataupun dirinya sebagai kuasa hukum Valentina.

“Termasuk saat lelang dan pengumuman pertama dahulu juga sama. Kami keberatan atas pelaksanaan lelang tersebut dan mohon agar pelaksanaannya dihentikan dan atau dibatalkan sebab PN Malang telah membuat dua kali penetapan yang kedua- duanya telah menyimpang dari isi Putusan Peninjauan Kembali MA Nomor: 598/PK/PDT/2016,” terangnya.

Gunadi pun mengirimkan surat pengaduan dan permohonan perlindungan hukum atas pelaksaan lelang tersebut ke Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA). Selain itu, ia juga mengirimkan tembusan surat tersebut ke beberapa instansi lain seperti ke Presiden RI, Ketua MA, Ketua Komisi Yudisial, Ketua KPK, Ketua Ombudsman RI,  Ketua PN Malang dan Ketua PN Tuban.

Menurut Gunadi, PN Malang juga dianggap terlalu aktif membuat surat untuk mendesak PN Tuban memberikan apa saja yang dimohonkan lelang oleh pihak Hardi sebagai pemohon eksekusi hingga akhirnya PN Tuban mengirim surat kembali tentang barang-barang yang dimohonkan lelang oleh Hardi.

“PN Malang tidak pernah memberikan teguran atau Anmaaning dalam eksekusi kedua ini, termasuk tidak pernah melakukan sita eksekusi. Ini menjadi tanda tanya besar ada apa dibalik ini semua,” kata dia.

Dari berbagai alasan ini, Gunadi meminta Kepala Bawas MA untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang terkait dengan proses lelang tersebut karena menurutnya barang-barang yang akan dilelang ini, adalah milik orang lain atau pihak ketiga yang tidak terkait dengan perkara tersebut.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved