Kabar Surabaya

September 2019, PDI Perjuangan Mulai Buka Penjaringan Kandidat untuk Pilkada Serentak 2020

Meski pilkada serentak baru akan berlangsung September 2020, PDI Perjuangan memilih membuka penjaringan lebih awal untuk memilih kader terbaik.

September 2019, PDI Perjuangan Mulai Buka Penjaringan Kandidat untuk Pilkada Serentak 2020
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (12/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PDI Perjuangan rencananya akan mulai membuka penjaringan calon kepala daerah pada September tahun ini. Meskipun pilkada serentak baru akan berlangsung September 2020 mendatang, PDI Perjuangan memilih membuka penjaringan lebih awal untuk memilih kader-kader terbaik.

"PDI Perjuangan telah memiliki mekanisme dalam pelaksanaan pilkada. Intinya, setahun sebelum pelaksanaan pemilu, struktur organisasi harus memulai penjaringan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH di Surabaya, Rabu (12/6/2019).

"Artinya, kalau Pilkada 2020 dilaksanakan pada September, mestinya September tahun ini juga bisa mulai penjaringan," tambah mantan Walikota Surabaya itu.

Terkait proses awal penjaringan tersebut, DPP akan menginstruksikan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk menyeleksi administrasi. "Misalnya, penelitian ijazah yang seharusnya tak diverifikasi di DPP namun selesai di masing-masing daerah," kata Bambang DH.

Selain itu, DPC juga bisa meminta usulan pada jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) terkait nama yang direkomendasikan. "Mekanismenya menjaring untuk mengawali dengan sosialisasi ke PAC, kemudian diusulkan ke tingkat yang ada di atasnya," katanya.

Selanjutnya, dari pertimbangan PAC yang didukung dengan perlengkapan syarat administrasi akan diusulkan ke DPC, kemudian akan berakhir di DPP. "DPP tinggal melakukan penyaringan dan penetapan," imbuh Anggota DPR RI terpilih ini.

Dari proses seleksi tersebut, pihaknya tak menutup kemungkinan adanya kader dari luar partai. "Kompetisi semakin banyak, semakin ketat, kami berharap kualitasnya semakin baik. Meskipun demikian, kami tentu mempertimbangkan kader internal," katanya.

Terkait dengan kandidat non partai, pihaknya akan menyiapkan tahapan seleksi yang lebih ketat. Di antaranya, memperketat uji kelaikan dan kepatutan (fit and proper test).

"Tentu, kami akan menajamkan soal pemahaman ideologi sekaligus pengenalan terhadap potensi wilayahnya. Yang tak kalah penting juga komitmen untuk sama-sama membesarkan partai," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melihat survei para kandidat dalam memberikan rekomendasi. "Kita ingin optimal (dalam menjaring kandidat) dengan memiliki pijakan yang kuat. Kalau keterpilihan, pijakannya apa? Survei," katanya.

Jatim rencananya akan menggelar pilkada serentak di 19 kabupaten/kota pada 2020 mendatang. Bagi PDI Perjuangan, kemenangan di pilkada menjadi modal penting untuk memenangi ajang pemilu selanjutnya.

"Kami akan berusaha memenangkan kader kami di tiap petaknya (kabupaten/kota). Kalau bisa menang di tiap petak, tentu langkah kami untuk kembali menang di pemilu 2024 akan semakin mudah," pungkas pria yang kini masih menjadi Anggota DPRD Jatim ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved