Kabar Lumajang

Suami Gadaikan Istri Rp 250 Juta Ternyata Bunuh Kerabat, Salah Sasaran saat Gelap Malam

Kasus suami gadaikan istri yang berujung pembunuhan salah sasaran di Lumajang, Jawa Timur, menyisakan cerita ironis.

Suami Gadaikan Istri Rp 250 Juta Ternyata Bunuh Kerabat, Salah Sasaran saat Gelap Malam
suryamalang.com
SUAMI GADAIKAN ISTRI - Warga Lumajang bernama Hori (42) pinjam Rp 250 juta kepada Hartono (40). Istrinya diserahkan sebagai jaminan. Setahun kemudian, Hori bayar utang pakai sebidang tanah tapi ditolak. Dia bacok orang sampai tewas. Dia kira itu Hartono, ternyata bukan. 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Kasus suami gadaikan istri yang berujung pembunuhan salah sasaran di Lumajang, Jawa Timur, menyisakan cerita ironis.

Muhammad Toha (34) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang yang menjadi korban salah sasaran bacok hingga tewas oleh Hori (43), warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, rupanya masih bersaudara. Hal ini diketahui setelah polisi menangani kasus tersebut.

Toha tewas dalam upaya penyelamatan di rumah sakit Lumajang. Dalam pemeriksaan oleh pihak rumah sakit diketahui, Toha mengalami luka yang cukup parah, di antaranya tulang iga kanan di bagian belakang rusuk putus, tulang belikat kiri putus, tulang belikat kanan pecah, juga punggung robek melintang dari atas kanan sampai kiri bawah.

Kejadian bermula perihal masalah utang piutang yang sempat gegerkan masyarakat Lumajang.

Hori diduga menggadaikan istrinya kepada Hartono (40), yang tidak lain masih tetangga Toha. Hori mulanya nekat ingin membunuh Hartono namun salah sasaran terhadap seseorang yang bernama Muhammad Toha.

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, ketika itu, Selasa (11/6/2019) malam Toha bersama temannya bernama Kholik (34) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit mencari sepatu milik anak Kholik yang terjatuh di Jalan Dusun Argomulyo desa setempat.

Tiba-tiba Hori membacok Toha memakai celurit. Toha langsung terjatuh bersimbah darah dengan luka bacok di bagian punggung.

Namun malang, ternyata setelah aksi itu barulah Hori menyadari yang menjadi korban bukanlah targetnya melainkan orang lain yang memiliki perawakan mirip dengan target.

"Bahkan ternyata korban (Toha) dengan pelaku (Hori) ini masih memiliki hubungan keluarga," ujar Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Kamis (13/6/2019).

Setelah pembacokan, Hori melarikan diri. Warga sekitar langsung menolong Toha dengan melarikannya ke RS. Namun nyawanya tidak tertolong akibat parahnya luka yang diderita Toha.

Tim Cobra Polres Lumajang yang mendengar informasi pembacokan itu langsung mengejar orang yang diduga pelaku. Polisi dibantu perangkat Desa Jenggrong berhasil menangkap Hori di Kecamatan Ranuyoso.

Setelah Hori ditangkap, mengalirlah cerita perihal utang piutang dan penggadaian sang istri kepada sang pemberi utang. Hori berutang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta, dan menjadikan istrinya sebagai jaminan. Hori hendak membayar utang memakai sebidang tanah dan mengambil sang istri kembali.

Namun Hartono tidak mau. Hori yang merasa kecewa merencanakan pembunuhan itu. Nahasnya, malah orang lain yang dia bacok.

Kasat Reskrim Polres Lumajang yang juga Ketua Tim Cobra, AKP Hasran menegaskan pihaknya akan memeriksa sejumlah pihak.

"Sesuai instruksi kapolres, kami akan lakukan pemeriksaan terhadap istri Hori dan Hartono. Apakah ada proses penggadaian atau peristiwa lain yang menyebabkan pembunuhan tersebut," ujar Hasran.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved