Kabar Pasuruan

Truk Pengangkut Keramik Terguling di Pasuruan, Sopir Ngaku Kaget Ada Mobil Box yang Menyenggolnya

Sesampainya truk sampai di lokasi kejadian, ada mobil box yang menyalip dari kiri dan menyenggolnya.

Truk Pengangkut Keramik Terguling di Pasuruan, Sopir Ngaku Kaget Ada Mobil Box yang Menyenggolnya
suryamalang.com/Galih Lintartika
Keramik berserakan di jalan raya Pasuruan - Probolinggo setelah truk pengangkutnya terguling. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Harik, sopir truk bermuatan keramik yang terguling di Jalan Raya Pantura, Pasuruan - Probolinggo, tepatnya di depan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Raci, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/6/2019) mengaku tidak mengantuk.

"Saya masih segar, dan masih kuat untuk nyetir. Kecelakaan ini bukan karena saya mengantuk," kata Harik.

Harik mengatakan, rencananya keramik yang diangkutnya itu akan dikirim ke Bali. Ia berangkat dari Surabaya sekira pukul 00.00 WIB. Dan sekira pukul 00.30 WIB, ia membawa truk bernopol L 9820 UN dan berangkat dari tempat muat keramik menuju ke Bali.

"Sebelum berangkat ke Bali, saya sudah tidur dan sempat minum suplemen biar kuat dan tidak mengantuk," lanjut pria asal Bali ini.

Menurut Harik, sesampainya di lokasi kejadian, ada mobil box yang menyalip dari kirinya. Ia melaju di lajur kanan, lajur cepat.

"Mobil box itu menyenggol bodi truk saya sebelah kiri. Spontan, karena kaget, saya banting setir ke kanan. Akhirnya truk menabrak tiang listrik dan naik ke median jalan," tambahnya.

Tak lama, kata dia, beberapa dus keramik sudah jatuh dari bak truk. Selanjutnya, roda kanan truk naik dan saat dibanting ke kiri, body truk langsung terguling dan menutup jalan.

"Saya sudah pasrah. Mobil box tadi, langsung pergi begitu saja. Untungnya, saya tidak mengalami luka," ungkapnya.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Eko Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus mengevakuasi body truk dan keramik yang berceceran.

Sementara itu, kata dia, lokasi jatuhnya truk ditutup untuk sementara. Ia menyebut, pihaknya sudah memberlakukan contraflow agar tidak terjadi antrean kendaraan.

"Kami juga pecah arus, biar tidak terlalu menumpuk. Untuk kendaraan yang roda empat atau lebih, kami masukkan ke Tol Gempas. Ini kami juga masih mendalami, apa sopir mengantuk apa memang sesuai dengan keterangannya. Kami masih memeriksanya," pungkasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved