Tips Kesehatan

Dokter Sahar Bawazeer: Tak Semua Benjolan pada Payudara Merupakan Kanker

Dokter Sahar Bawazeer SpB: Masih banyak wanita yang menganggap bahwa benjolan pada payudara selalu tanda dari kanker.

Dokter Sahar Bawazeer: Tak Semua Benjolan pada Payudara Merupakan Kanker
Habibur Rohman
dr Sahar Bawazeer SpB, dokter bedah umum yang concern terhadap penyakit payudara sekaligus president director MedicElle Clinic Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dokter Sahar Bawazeer SpB, dokter bedah umum yang concern terhadap penyakit payudara sekaligus president director MedicElle Clinic Surabaya, menuturkan bahwa masih banyak wanita yang menganggap bahwa benjolan pada payudara selalu tanda dari kanker.

"Padahal tidak semua benjolan yang terdapat pada payudara merujuk pada kanker atau keganasan," tutur Sahar.

Lanjutnya, ada beberapa kondisi yang terdapat benjolan namun masih dapat dikategorikan jinak. Apa saja?

1. Mastitis

Yang pertama adalah mastitis. Sahar menuturkan bahwa mastitis merupakan radang payudara yang biasanya terjadi pada ibu hamil di tiga bulan masa menyusui.

"Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain infeksi bakteri, luka pada puting payudara, dan perubahan anatomis puting payudara," tutur Sahar.

Selama menyusui, jelasnya, terkadang payudara mengalami luka. Hal ini memberikan jalan kepada bakteri untuk masuk.

"Selain ibu menyusui, kondisi lain seperti manopouse juga menjadi faktor. Karena ketika manopouse, puting payudara akan mengalami perubahan seperti lebih lebar dan pendek," jelasnya.

Jika terjadi kondisi ini maka Sahar menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

"Mastitis yang tidak segera ditangani akan menjadi abses. Jika diketahui sejak dini, dapat diterapi tanpa pembedahan," Sahar menjelaskan.

Halaman
123
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved