Kabar Sidoarjo

Sekolah SD Di Sidoarjo Dituding Tidak Transparan Soal Pemilihan Siswa Teladan, Wali Murid Protes

Wali murid SDN Pucang 1 Sidoarjo protes penetapan siswa teladan. Pasalnya, pihak sekolah dinilai tidak terbuka saat mengumumkan para siswa teladan.

Sekolah SD Di Sidoarjo Dituding Tidak Transparan Soal Pemilihan Siswa Teladan, Wali Murid Protes
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Ilustrasi SDN Pucang 1 Sidoarjo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Wali murid SDN Pucang 1 Sidoarjo protes penetapan siswa teladan. Pasalnya, pihak sekolah dinilai tidak terbuka saat mengumumkan para siswa teladan.

Seorang wali murid, Maya Andrea Rini mengatakan, pengumuman siswa teladan baru diketahui setelah dirinya mengakses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMP Negeri.

"Tahu-tahu nama siswa teladan sudah keluar semua dan terdaftar di SMP Negeri. Sebagai orang tua murid bingung, kapan keluar nya kok tiba tiba sudah muncul siswa teladan dari sekolah anak kita," ujarnya, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, kriteria penetapan siswa teladan tidak diketahui. Dari nilai akademis atau hal lainnya. "Padahal dua hari sebelum PPDB SMP dimulai, para siswa diundang ke sekolah untuk sosialisasi pendaftaran PPDB SMP. Tapi mengapa pihak sekolah justru diam saja dan tidak memberitahu secara terus terang," ucapnya. 

Ia pun langsung menanyakan kepada orang tua murid yang anaknya menjadi siswa teladan di SDN Pucang 1 Sidoarjo.

"Saat kita tanya, para orang tua murid ini ternyata diberitahu diam diam oleh pihak sekolah. Bahwa anaknya telah terpilih menjadi siswa teladan," jelasnya.

Hal senada juga dialami wali murid lainnya, Wati. Dengan pemberitahuan siswa teladan tidak secara terbuka akhirnya sang anak menjadi malas belajar dan jatuh sakit.

"Percuma, sudah susah payah belajar dengan keras. Tahu-tahu sudah diumumkan siswa teladan dengan kriteria yang tak diketahui," jujurnya.

Suryamalang.com kemudian mendatangi sekolah yang dimaksud untuk mengetahui lebih jelas masalah tersebut. Namun sayang, kepala sekolah tidak ada di tempat.

"Maaf, kepala sekolah sudah tidak ada. Dan kita tak mau berkomentar karena harus menunggu sepengetahuan kepala sekolah," kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved