Nasional

Fakta Baru Suami Gadaikan Istri, Perjuangan Hori Demi Mengambil Lasmini Kembali Tapi Berakhir Tragis

Muncul fakta baru dari kasus suami gadaikan istri Rp 250 juta, ternyata Hori sang suami sempat berusaha membawa sang istri pulang.

Fakta Baru Suami Gadaikan Istri, Perjuangan Hori Demi Mengambil Lasmini Kembali Tapi Berakhir Tragis
SURYAMALANG.COM
Hori, suami gadaikan istri sah seharga Rp 250 juta kemudian salah bunuh orang. 

Setelah ditelusuri, ternyata yang selama 2 tahun telepon Hartono saat di Malaysia adalah Lasmi istri Hori. Hori menyuruh istrinya tersebut untuk telepon Hartono, karena takut jika Hartono tahu maka akan marah.

"Iya, saya yang telepon Hartono," jelas Lasmini saat ditanyakan oleh Kapolres Lumajang, Senin (14/06/2019), dikutip SURYAMALANG.COM dari LUMAJANGSATU.COM.

Mendengar penuturan keduanya, Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban kembali menegaskan jika persoalan tersebut pelik. Dia berjanji akan mengurainya.

2. Lasmi Bukan Digadai tapi Memilih Pergi Sendiri

Dari pengakuan Lasmi dan Hartono, terkuak indikasi Lasmi sebagai jaminan utang tidak benar. Lasmi dijadikan jaminan utang itu muncul dari pengakuan Hori kepada polisi.

"Kasus ini pelik. Rupanya Lasmi memilih pergi sendiri karena merasa ditelantarkan oleh Hori," imbuh Arsal. Karenanya sejauh ini, pengakuan Hori yang menjadikan Lasmi 'jaminan' utang terbantahkan dengan keterangan Lasmi.

3. Lasmi Merasa Ditelantarkan oleh Hori

Dalam video yang dikirimkan Arsal, Lasmi mengaku tidak dijadikan jaminan utang oleh Hori. Dia menuturkan, dirinya pergi meninggalkan Hori karena ditelantarkan oleh lelaki itu selama hidup dengan dengannya. Lasmi mengaku tidak diberi nafkah, juga beberapa kali mendapatkan tindak kekerasan dari Hori.

Karenanya, Lasmi memilih pergi. Lasmi yang mengenal Hartono memilih bersama lelaki tersebut. Di sisi lain, Hartono memang meminjami uang Hori sampai Rp 250 juta. Lasmi dan Hartono mengaku menikah pada bulan April lalu. Keduanya menikah secara siri.

"Tidak ada dia (Lasmi) jadi jaminan. Tidak benar saya ngomong minta istrinya dijadikan jaminan utang," tegas Hartono.

4. Hori Menjual Anaknya Rp 500 ribu

Setelah kasus suami gadai istri di Lumajang ini didalami, ternyata terungkap fakta lain yang dilakukan pelaku.

Selain menggadaikan sang istri, Hori diketahui juga pernah menjual anaknya yang masih 10 bulan seharga Rp 500 ribu.

Hal ini diketahui dari pengakuan Lasmini saat melakukan pemeriksaan di Polres Lumajang.

"Ketika itu bayi saya usia 10 bulan diambil, lalu dibawa pergi dan mendapat upah Rp 500 ribu," ujar Lasmini dikutip SURYAMALANG.COM dari LUMAJANGSATU.COM.

Namun, menurut penuturan Hori, hal itu tidaklah benar karena anaknya diasuh oleh saudara sepupunya. Mereka juga masih bisa ketemu.

"Bagaimana bisa dijual, toh kami masih bisa bertemu dengan anakmu," ujar Hori saat dipertemukan langsung dengan kedua belah pihak.

5. Uang Pinjaman Digunakan Hori untuk Bisnis

Menurut Hori, ia hanya utang Rp 120 juta. Itu digunakan untuk bisnis udang. Sewaktu ditanya lagi, Hori mengaku uang itu digunakan untuk ternak ayam phipilin sebanyak 400 ekor.

"Uang tersebut saya gunakan bisnis tambak udang dan ayam," ujar Hori.

Namun bisnis tersebut harus gulung tikar lantaran ayam yang ia pelihara itu terkena flu burung hingga mati tak tersisa.

Begitu pun dengan usaha tambak udang, mengalami kebangkrutan saat bisnis tersebut berjalan ada di Banyuwangi.

Ia mengatakan pada awal memulai usahanya beberapa bulan yang lalu dengan tiga kolam tambak, pada lima kali panen menurutnya hasil yang didapat sangat menjanjikan.

Namun dalam siklus-siklus selanjutnya hasil yang didapat selalu minus.

"Petambak di sini rata-rata kolaps, karena terlanjur utang, dikira bisa tambak udang ternyata malah tambak utang," terang dia.

Akibat banyaknya petambak yang merugi, menurutnya banyak di antaranya teman-temannya sesama petambak yang beralih ke pekerjaan lain.

"Bukan masalah harus beralih, tapi kalau ditimbang-timbang lebih banyak lagi hutangnya kalau diteruskan," katanya.

Seperti diberitakan, warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Hori (43) membacok Muhammad Toha (35) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang, Selasa (11/6/2019) malam.

Hori yang mengaku kecewa berniat membunuh Hartono. Dia ingin mengambil kembali istrinya, dan melunasi utangnya dengan memberikan sebidang tanah.

Hori menyebut istrinya sebagai jaminan utang Rp 250 juta itu. Namun Hori salah sasaran. Dia membacok Toha, sampai membuatnya meninggal dunia. Karena peristiwa itulah, kasus yang melingkupi Hori - Lasmi - Hartono terkuak di permukaan.

"Ada unsur penipuan juga dalam perkara ini. Jadi memang pelik. Pembunuhan pasti. Ada indikasi perdagangan manusia, juga penipuan. Tersangka Hori ini juga kerap berbohong dan berbelit-belit dalam memberikan keterangannya," ujar Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban.

Karenanya, polisi mengkroscekkan keterangan Hori, Lasmi, dan Hartono untuk mendalami kasus tersebut.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved