Pilpres 2019

Ini Jawaban KPU Terkait Dugaan Kecurangan dan Tuntutan Prabowo-Sandi Agar Hasil Pilpres Dibatalkan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespon dugaan kecurangan dan tuntutan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar hasil Pilpres 2019 dibatalkan.

Ini Jawaban KPU Terkait Dugaan Kecurangan dan Tuntutan Prabowo-Sandi Agar Hasil Pilpres Dibatalkan
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Calon Presiden Prabowo Subianto mendengarkan pertanyaan media saat memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespon dugaan kecurangan dan tuntutan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar hasil Pilpres 2019 dibatalkan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menilai ada ketidak-sesuaian antara dalil permohonan dan petitum yang dibacakan Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Permohonan dan petitum ini dibacakan dalam sidang pendahuluan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019).

Pramono mengatakan, tim hukum mendalilkan bahwa KPU melakukan kecurangan dengan cara merekayasa Situng.

Namun, dalam petitum, mereka meminta MK membatalkan perolehan suara hasil rekapitulasi yang dilakukan secara manual.

"Dalam permohonan yang dibacakan kemarin, pemohon mendalilkan bahwa KPU melakukan kecurangan dengan cara merekayasa Situng. Namun, dalam petitum, mereka meminta MK untuk membatalkan perolehan suara hasil rekapitulasi secara manual, ini namanya enggak nyambung," ujar Pramono melalui pesan singkat, Sabtu (15/6/2019).

Pramono menuturkan, dalam dalil permohonan, tim hukum Prabowo-Sandiaga berasumsi angka di dalam Situng direkayasa sedemikian rupa oleh KPU untuk menyesuaikan dengan target angka tertentu atau angka hasil rekapitulasi secara manual.

Menurut Pramono asumsi itu tidak tepat.

Ia menjelaskan, meski metode Situng dan rekapitulasi secara manual berasal dari dokumen yang sama, yakni C1.

Namun, keduanya memiliki alur yang berbeda.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved