Arema Malang

Langkah Konkret Manajemen Arema FC Agar Aremania Tak Bikin Pelanggaran Lagi

Manajemen Arema FC akan mengajak Aremania bertemu agar pelanggaran dalam pertandingan terulang.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Aremania. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Manajemen Arema FC akan mengajak Aremania bertemu agar pelanggaran dalam pertandingan terulang.

Dalam melakoni Liga 1 2019, Arema FC sudah kena denda sebesar Rp 125 juta.

Arema FC mendapat sanksi denda pertama sebesar Rp 75 juta akibat Aremania terlibat bentrok dengan suporter PSS Sleman pada laga pembuka Liga 1 di Sleman.

Sedangkan sanksi denda kedua sebesar Rp 50 juta akibat suporter tim tuan rumah menyalakan flare dalam pertandingan pekan ketiga saat Arema FC menjamu Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“Kami akan ajak diskusi Aremania dalam waktu dekat.”

“Mungkin acaranya dikemas halalbihalal untuk saling memberikan pemahaman,” kata Sudarmaji, Media Officer Arema FC kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (16/6/2019).

Diharap pertemuan itu membuat Aremania memiliki pemahaman lebih untuk dapat menjaga nama baik klub.

“Jadikan sanksi ini menjadi momentum bersama dalam berbenah. Tidak ada yang patut disalahkan.”

“Yang patut disalahkan itu jika kami tidak bergerak untuk bertemu, berdiskusi, dan bersolusi,” jelasnya.

Sebelumnya, Aremania masih memiliki rapor buruk di Liga 1 2019.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar RP 50 juta untuk Arema FC.

Sanksi ini tertuang dalam surat dari Komdis PSSI tertanggal 14 Juni 2019.

Dalam surat itu, Arema FC terbukti melanggar Pasal 70 lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.

Arema FC mendapat sanksi ini karena ulah Aremania yang menyalakan flare saat pertandingan Singo Edan vs Persela Lamongan di pekan ketiga di Stadion Kanjuruhan Malang pada 27 Mei 2019.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved