Selebrita
Barbie Kumalasari Umbar Kedekatannya dengan Mantan Suami, Mulai Hubungan Intim & Menginap Bersama
Barbie Kumalasari umbar kedekatannya dengan mantan suami, mulai hubungan Intim hingga menginap bersama, tidak sungkan umbar kemesraan masing-masing.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Barbie Kumalasari belum lama ini mengumbar kedekatannya dengan mantan suami.
Tidak tanggung-tanggung, Barbie kumalasari bahkan mengungkap bila Ia pamer hubungan intim di depan mantan suaminya.
Selain itu, Barbie kumalasari juga mengatakan mau mengajak mantan suaminya pergi menginap bersama dengan pasangan masing-masing.
• Balasan Wijin Setelah Diperingatkan Gisel Soal Hubungan Mereka, 3 Kata Ini Isyaratkan Keseriusannya

Cerita kedekatan Barbie Kumalasari dengan mantan suaminya bermula dari pengakuannya melayani suami berhubungan intim hingga 8 kali dalam sehari.
Hal tersebut dikatakan Kumalasari ketika diwawancarai oleh awak media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hubungan suami istri juga merupakan bagian dari olahraga yang harus dilakukan sesering mungkin.
"Iya waktu awal-awal (8 kali hubungan intim), lama-lama kewalahan juga," kata Kumalasari dikutip dari Tribunnews.com saat ditemui di Gedung Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).
Ibu satu anak ini menuturkan kalau ia dan suami mengurangi frekuensi hubungan intim menjadi tiga kali sehari.
• Aura Kasih Sedikit Bocorkan Wajah Bayinya, Putri Eryck Amaral Punya Bibir Cantik & Hidung Mancung

"Tapi intinya, kalau sudah berumah tangga, hubungan intim itu haruslah," sambungnya.
Kumalasari tidak merasa malu atau risih membongkar aktivitas seksualnya ke publik.
Hal ini lantaran Kumalasari mengungkap itu di vlog pribadinya.
"Lagi ada vlog, diomongin di konten yang membahas obrolan dewasa," tutur Kumalasari.
"Yang gue bingung, keluarga gue aja santai, itu ada Galih ketawa-ketawa aja, mantan suami gue sampai sekarang ketawa-tawa aja," sambungnya.
Perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini mengaku tidak sungkan membahas aktivitas seksualnya di depan mantan suami, Farid Dwi Nuryanto.
• Agung Hercules Idap Kanker Otak Stadium 4, Penampilannya Jadi Plontos dan Kurus, Berubah Drastis

"Malah (mantan suami) bilang, lucu juga, berani banget ngomong kayak gitu," katanya.
Lebih lanjut, Kumalasari juga menceritakan hubungan baiknya dengan mantan suami yang kini sudah menikah lagi.
"Kita mau nginep bareng, dia sama istrinya, aku sama Galih, nggak semua orang lho bisa kayak gue (tetap akur dengan mantan pasangan)," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sosok artis Barbie Kumalasari seolah tidak pernah jauh dari kesan kontroversial.
Dikenal suka bicara blak-blakan dan kerap pamer kemewahan, tak jarang Barbie Kumalasari wara-wiri di televisi karena terpaan gosip.
• TES KEPRIBADIAN - Jenis Sepatu Favoritmu Bisa Mengungkap Karakter Asli, Mulai Olahraga & Hak Tinggi

Istri dari Galih Ginanjar ini juga sempat membuat publik heboh karena perubahan penampilannya.
Pemain sintetron 'Bidadari' ini dikabarkan merogoh kocek hingga Rp 4 miliar demi mendapatkan tubuh cantik dan langsing seperti sekarang.
Baru-baru ini, Barbie Kumalasari kembali menjadi sorotan karena membongkar aktivitas ranjangnya.
Pendapat Dokter Boyke
Menilik hubungan intim 8 kali sehari seperti yang dilakukan Barbie Kumalasri, pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS menyebut tidak ada batasan frekuensi hubungan intim.
"Sepanjang keduanya berhasrat, sanggup melakukannya, dan sama-sama menikmatinya, kenapa tidak?," ujar dr Boyke seperi dilansir Kompas.com.
Meski demikian, dr Boyke mengajurkan untuk melakukan hubungan intim 1-4 kali dalam seminggu.
Hal ini karena pertimbangan fisiologis tubuh perempuan dan laki-laki.

"Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari.
Nah, kalau bisa mengikuti ritme fisiologis tersebut, kan bagus. Apalagi lantaran produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi," ungkapnya.
Pertimbangan tersebut juga memperbesar kemungkinan untuk merasakan kenikmatan dalam berhubungan seks.
Dokter Boyke lantas mengingatkan kalau frekuensi hubungan intim yang terlalu sering, misal 6-8 kali seminggu bisa menyebabkan energi terkuras dan sulit mengalami orgasme.
Terlebih pada pria, hal ini terasakan sekali.
Soalnya, di dalam sperma terkandung berbagai protein, asam amino, dan asam esensial lainnya.

Bisa dihitung kan berapa banyak energi cadangan yang dibutuhkan bila untuk sekali berhubungan saja diperlukan energi minimal setara dengan energi yang terpakai untuk lomba lari 2 x 100 meter atau bergegas naik tangga 3 lantai.
Itu baru sekali lo, bagaimana kalau 3-4 kali sehari selama seminggu penuh terus-menerus, misalnya.
Boyke menyarankan agar kita pandai-pandai mengatur strategi, misalnya memilih hari secara berselang-seling: Minggu-Selasa-Kamis-Sabtu atau Senin-Rabu-Jumat-Sabtu.
Dengan begitu, ada tenggang waktu untuk memulihkan kondisi tubuh agar siap berhubungan intim kembali.
Di samping memanfaatkan hari-hari tersebut seoptimal mungkin sehingga memberikan kesan mendalam yang akan memperkokoh hubungan emosional suami istri.

Frekuensi hubungan seksual yang terjaga secara teratur ini juga memberi manfaat lain, di antaranya membuat kita tampak fresh, lebih sehat, awet muda, dan ceria.
Lebih lanjut, menurut Boyke, pernah ada penelitian yang menyebutkan, mereka yang melakukan hubungan seksual secara sehat dan teratur umurnya lebih panjang empat tahun dibandingkan dengan yang tidak.
Melansir Health, hubungan intim merupakan hal normal dan kecocokannya menjadi penentu keberhasilan sebuah hubungan romantis.
Berdasarkan data dari Kinsey Institute, pada usia 18 - 29 tahun rata-rata orang berhubungan badan 112 kali per tahun.
Dikaitkan dengan hubungan suami istri, Terapis Pasangan, Barry McCarthy menganjurkan pasangan berhubungan badan paling tidak satu hingga dua kali per minggu.
Intensitas tersebut menjadi faktor meningkatkan hubungan seksual yang sehat.
Selama kedua pihak menikmati, tak ada batasan seberapa banyak pasangan sebaiknya melakukan hubungan badan.

Akan tetapi yang perlu diwaspadai ialah jika dorongan berhubungan badan dengan pasangan justru menjadi penghalang kita berkegiatan normal sehari-hari.
Kuncinya ialah bukan memenuhi keinginan satu orang saja, tetapi evaluasi bersama-sama seperti apa kehidupan berpasangan, termasuk urusan ranjang, yang dapat memuaskan semua pihak. (Arie Puji Waluyo)