Kabar Sidoarjo

Gubernur Jatim Pamerkan Inovasi Padi Ratun Dengan Lima Kali Panen dalam Sekali Tanam dan Hemat Pupuk

Dengan padi ratun teknologi revolusi ke lima (R-5) yang dikembangkan ini, petani bisa mendapatkan keuntungan berlipat.

Gubernur Jatim Pamerkan Inovasi Padi Ratun Dengan Lima Kali Panen dalam Sekali Tanam dan Hemat Pupuk
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memanen padi ratun menggunakan teknologi R-5 di area persawahan Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Senin (17/6/2019) 

"Karena kita butuh menurunkan kemiskinan pedesaan yang hari ini masih 15,2 persen. Jika teknologi ini bisa dibawa kepada mereka maka tentu ini akan menjadi kabar baik," tegasnya.

Serta di sisi kesuburan tanah, teknologi ini juga terbilang ramah. Karena banyak pengusaha beras yang menyebut bahwa tanah di Jawa Timur sudah dalam titik jenuh. Sehingga harus diberi tambahan kadar pupuk agar bisa kembali subur. Nah, dengan teknik ini justru bisa menghemat penggunaan pupuk 50 persen.

Sementara Koos Kuntjahjo dan Aswin, penemu teknologi padi ratun R5 dihadirkan langsung dalam acara panen tersebut. Koos mengatakan, padi R5 bisa menyerap lebih pupuk yang ditaburkan. Sehingga bisa menghemat pupuk sampai 50 persen.

"Ratun semua petani tahu. Ya ada batang yang dipertahankan dengan ketinggian tertentu dan dikelola dengan pengairan tertentu. Semua petani tahu tapi mereka tidak ada yang paham menjembatani generatif dan vegetatifnya," kata Koos.

Padi R5 ini sebenarnya menjembatani kondisi dimana tanaman ratun terjadi vegetatif dan generatif secara bersamaan. Kalau urea dan NPK tidak bisa, maka harus dimediasi R5 supaya bisa muncul tanaman yang seperti baru.

R5 sendiri dikembangkan dari sekam bakar yang dicampur dengan sejumlah zat. Mulai zat perekat dan zat bebatuan di Jawa Timur. Secara bertahap R5 ini mampu memperbaiki kualitas tanah yang rusak karena pupuk kimia.

"Kita kembangkan ini untuk kesejahteraan petani lokal. Karena banyaknya impor beras, maka petani butuh inovasi," kata pria lulusan Fakultas Hukum Unair ini.

Hal senada juga disamaikan Aswin. Ia mengatakan, petani terdiri dari banyak elemen. Ada diantaranya buruh tani. "Buruh tani kalau tidak masa panen dan tanam, mereka tidak bekerja. Padahal masa tanam dan panen hanya dua kali setahun, maka dengan padi R5 ini bisa panen lima kali," tuturnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved