Kabar Magetan

Musim Hujan Mungkin 4 Bulan Lagi, Kini 7.000 Keluarga di Magetan Sudah Krisis Air Bersih

Musim kemarau baru saja berlangsung, namun kriris air bersih mengancam sekitar 7.000 keluarga di dua kecamatan wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Musim Hujan Mungkin 4 Bulan Lagi, Kini 7.000 Keluarga di Magetan Sudah Krisis Air Bersih
Doni Prasetyo
KRISIS AIR BERSIH - Warga Desa Trosono Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan antre air bersih droping dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Musim kemarau baru saja berlangsung, namun kriris air bersih mengancam sekitar 7.000 keluarga di dua kecamatan wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sungai dan sumber air di wilayah kedua kecamatan itu sudah mengering. Akibatnya, warga harus mencari sumber air atau sumur dalam di desa lain yang jaraknya mencapai tiga kilometer.

Wilayah yang kekeringan itu di Kecamatan Parang ada tiga desa: Trosono, Sayutan dan Bungkuk. Sedang di Kecamatan Karas, ada dua desa: Karas dan Kuwon.

"Untuk Desa Trosono Kecamatan Parang kita pasang tiga tangki air fiber berkapasitas 2000 liter di tiga titik," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, kepada SuryaMalang.com, Selasa (18/6/2019).

Dikatakan Fery, masing-masing desa di Kecamatan Parang akan dikirim 13 kali/hari untuk mengisi tiga tangki fiber itu. Air sebanyak itu untuk keperluan memasak, dan ternak.

"13 kali kirim itu setiap kali kirim satu truk tangki berkapasitas 6000 liter. Air itu hanya untuk masak dan keperluan ternak, dan itu belum untuk mandi dan cuci," kata Fery.

Di Desa Trosono, tambah Fery, ada 4000 keluarga dan sekitar 1400 keluarga sudah terdampak kekeringan.

PETA - Desa Trosono Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur

"Musim kering tahun ini maju dari perkiraan musim kemarau sebelumnya. Tidak hanya menimbulkan krisis air, tapi juga rusaknya tanaman padi milik petani," ujar Fery.

Diperkirakan, kemarau tahun 2019 ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, dan baru memasuki musim penghujan diperkirakan Oktober, sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kami sudah terima surat pemberitahuan dadi BMKG, tentang ramalan pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan. Disebutkan hasil ramalan BMKG musim penghujan diperkirakan akan turun bulan Oktober," kata Fery Yoga Saputro.

Jaimin (65) warga Dusun Balegondo, Desa Trosono, Kecamatan Parang, Magetan, terpaksa menampung air dari sumber rembesan yang sudah berjam jam ditungguinya. Jaimin lakukan ini karena sumber air dan sungai di desanya sudah tidak lagi mengeluarkan air.
Jaimin (65) warga Dusun Balegondo, Desa Trosono, Kecamatan Parang, Magetan, terpaksa menampung air dari sumber rembesan yang sudah berjam jam ditungguinya. Jaimin lakukan ini karena sumber air dan sungai di desanya sudah tidak lagi mengeluarkan air. (Doni Prasetyo)
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved