Malang Raya

Polisi Periksa 2 Pejabat Terkait Jukir Nakal, Kadishub Persilakan Warga Malang Viralkan Kasus Serupa

Kepala Dinas Perhubungan akan meminta pertanggungjawaban dari koordinator parkir sekitar Alun-alun terkait juru parkir nakal.

Polisi Periksa 2 Pejabat Terkait Jukir Nakal, Kadishub Persilakan Warga Malang Viralkan Kasus Serupa
edgar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto, mengaku, hingga sampai detik ini pihaknya belum bertemu juru parkir yang menarik parkir tidak sesuai ketentuan Perda.

Menurutnya, kasus ini sedang ditangani Polsek Klojen lantaran pelaku sudah diciduk terlebih dahulu oleh petugas kepolisian.

"Waktu viralnya itu, sudah saya perintahkan anggota untuk mencari pelaku. Sampai sore belum ketemu, dicari di rumahnya pun ndak ada. Ternyata malam sudah diamakan di Polsek Klojen," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (18/6/2019).

Handi mengaku sampai saat ini belum mendapatkan informasi terbaru terkait jukir nakal tersebut.

Akan tetapi, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan dan juru pungut telah dimintai keterangan terkait kasus ini.

"Informasi sementara, anggota kami sedang dimintai keterangan oleh polisi," ujarnya.

Seperti diketahui, pemungutan parkir liar telah dilakukan oleh seorang juru parkir bernama Panut (51) terhadap sebuah bus yang parkir di Alun-alun Merdeka, Kota Malang.

Panut menarik uang Rp 50.000 untuk satu kali parkir.

"Sampai saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari petugas kepolisian," ucap Handi.

Dishub Kota Malang Sekadar Beri Peringatan pada Juru Parkir Tarik Uang Rp 50.000 di Alun-alun

Juru Parkir Tarik Rp 50.000 ke Bus Pariwisata Mengaku Tiap Hari Setor ke Petugas Dinas Perhubungan

Dijelaskan Handi, jukir nakal tersebut bukanlah jukir resmi karena namanya tidak ada di dalam data Dishub Kota Malang.

Untuk itu, langkah selanjutnya pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari koordinator parkir di wilayah tempat kejadian pemungutan liar itu dilakukan.

"Tidak mungkin, jukir nakal itu tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan koordinator parkir di sana," terangnya.

Handi juga berterima kasih kepada masyarakat karena sudah membantu memviralkan kasus jukir nakal tersebut.

Bahkan, Handi berpesan kepada masyarakat agar kembali memviralkan juru parkir yang ketahuan menarik parkir tidak sesuai ketentuan Perda.

"Ini termasuk kategori pemerasan. Bagi masyarakat silakan viralkan juru parkir yang nakal. Dengan begitu, masyarakat akan membantu Dishub Kota Malang dan kepolisian dalam mengawasi jukir parkir," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved