Kasus Mutilasi

Rekonstruksi, Sugeng Memutilasi Korban di Toilet Setelah Dibunuh di Tangga Pasar Besar Kota Malang

Jasad korban dibawa ke dalam toilet dan di mutilasi oleh tersangka untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Rekonstruksi, Sugeng Memutilasi Korban di Toilet Setelah Dibunuh di Tangga Pasar Besar Kota Malang
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Tersangka mutilasi di Pasar Besar Kota Malang saat melakukan rekonstruksi adegan kepada korban pada Selasa (18/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 38 adegan diperagakan Sugeng, tersangka mutilasi di Pasar Besar Kota Malang saat melakukan rekonstruksi pembunuhan pada Selasa (18/6).

Dalam rekonstruksi tersebut, Sugeng menghabisi nyawa korban di atas tangga yang mengarah ke Matahari Pasar Besar Lantai III. Setelah korban terbunuh, Sugeng kemudian menyeret korban turun ke bawah melewati anak tangga.

Jasad korban kemudian dibawa ke dalam toilet dan di mutilasi oleh tersangka. Informasi terbaru menjelaskan, Sugeng tega memutilasi korban untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Bahkan, Sugeng hampir saja membuang potongan tubuh korban ke daerah sekitar Pasar Besar. "Tersangka ingin menghilangkan jejak dengan menyebarkan potongan tubuh korban ke luar area pasar. Karena tidak ada kesempatan waktu sehingga potongan tubuh dibuang di lokasi pembunuhan," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Tak hanya itu, alasan Sugeng mentatto tubuh korban adalah bukti rasa sayang dan cinta Sugeng terhadap korban. "Memang tersangka ini mempunyai latar belakang pintar memahat dan menjahit. Yang bersangkutan juga mempunyai sifat temparemen dan punya track record yang buruk," ucapnya.

Komang menambahkan, rekonstruksi ini digelar untuk memberikan keyakinan kepada jaksa terkait dengan perbuatan tersangka. Hal itu dilakukan untuk memenuhi unsur dan alat bukti yang sudah diberkasi oleh tim penyidik.

"Jadi ini untuk melihat perbuatan real yang dilakukan tersangka mulai dari perkenalan hingga pembunuhan sesuai dengan fakta di dalam berkas pemeriksaan," terangnnya.

Komang menambahkan, berkas kasus Sugeng ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan. "Saat ini sudah tahap 1, tinggal beberapa petunjuk lagi kami lengkapi, terutama pemeriksaan kepada saksi-saksi," ujarnya.

Sampai sejauh ini, jasad korban mutilasi tersebut masih belum bisa dikenali. Dikarenakan petugas kesulitan untuk mengidentifikasi korban karena bentuk jari korban sudah mengeras.

Kata Komang, jasad korban kini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Polehan. "Untuk jasad sudah kami kebumikan. Kami hanya mengambil jarinya saja untuk proses identifikasi," tandasnya.

Sebelumnya, kasus penemuan jasad mutilasi ini terjadi pada tanggal 14 Mei 2019 lalu. Warga dan pedagang di Pasar Besar dibuat geger lantaran menemukan potongan kaki dan tangan manusia.

Atas kejadian itu, Polisi akhirnya melakukan penyelidikan dan pada keesokan harinya berhasil mengamankan tersangka bernama Sugeng.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved