Malang Raya

Restoran dan Hotel Laris Manis Saat Lebaran, Pundi-pundi Pendapatan Pajak Kota Malang Bertambah

Larisnya rumah makan dan melonjaknya okupansi hotel menambah pundi-pundi pajak bagi kota Malang berjuluk kota bunga.

Restoran dan Hotel Laris Manis Saat Lebaran, Pundi-pundi Pendapatan Pajak Kota Malang Bertambah
hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Petugas Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mendatangi cafe wajib pajak. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang menuai berkah di musim libur Idul Fitri tahun ini. Larisnya rumah makan dan melonjaknya okupansi hotel menambah pundi-pundi pajak bagi kota Malang berjuluk kota bunga itu.

Hingga pertengahan Juni, pendapatan sebesar Rp 21 Milyar dari Pajak Hotel dan sekitar Rp 34 Milyar dari Pajak Restoran sudah masuk ke PAD Kota Malang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, pajak dari sektor restoran Rp 29 Milyar.

"Sepertinya ini dampak setelah dibukanya tol Pandaan-Malang. Imbasnya sangat bagus untuk usaha kuliner dan hunian serta sejumlah sektor bisnis lain," kata Kepala BP2D, Ade Herawanto, Senin (17/6/2019).

Ia menambahkan, sejak H-7 hingga H+7 lebaran, Tim Satgas Pajak Resto dan Hotel tetap bertugas melakukan upaya jemput bola. Hal itu dilakukan untuk mengebut realisasi pajak yang tahun ini ditarget mencapai Rp 509 Milyar."Jadi mereka anggota tim pajak belum libur," tambahnya.

Ade mengakui, realisasi pajak hingga triwulan kedua ini belum cukup bagus jika melihat target yang dipatok. Salah satu kendala yang dihadapi yakni wajib pajak yang terkadang masih bandel dan tidak mau membayar.

Sistem pajak online dinilai belum maksimal mendeteksi sehingga pendataan serta ‘pemaksaan’ objek pajak agar menjadi Wajib Pajak (WP) harus dilakukan secara manual.

"Inilah alasan mengapa kami membutuhkan kuantitas dan kualitas petugas pajak, utamanya mereka anak muda yang dapat berlari kencang," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Ade mengatakan, BP2D akan memidanakan wajib pajak yang masuk kategori bandel. Sanksi tersebut diambil untuk memberikan efek jera.

"Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan, pasti akan ada yang kami upayakan semaksimal mungkin untuk memidanakan mereka," pungkas Ade.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved