Kabar Tulungagung

Keluh Kesah Siswa yang Terancam Gagal Masuk SMA Negeri karena Sistem Zonasi

Endah mengaku frustasi mendaftarkan anaknya, Revinka ke SMA Negeri. Sebab dengan sistem zonasi, Revinka tertolak di SMA mana pun di Tulungagung.

Keluh Kesah Siswa yang Terancam Gagal Masuk SMA Negeri karena Sistem Zonasi
David Yohanes
Calon pendaftar berkonsultasi di SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Endah mengaku frustasi mendaftarkan anaknya, Revinka ke SMA Negeri. Sebab dengan sistem zonasi, Revinka tertolak di SMA mana pun di Tulungagung.

Endah sempat mengadu Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Tulungagung, Selasa (18/6/2019). Revinka tinggal di pedukuhan Talapan, yang dekat dengan wilayah Kecamatan Boyolangu. Namun dalam adminitrasi kependudukan, Talapan masuk wilayah Kelurahan Bago, Kecamatan Kota.

SMA Negeri terdekat dari rumah Revinka adalah SMAN 1 Boyolangu. Namun ternyata Revinka tidak bisa mendaftar di sekolah ini, karena bukan masuk zonanya. Kelurahan Bago masuk ke zona 1, dan ada SMAN 1 Tulungagung.

“Tapi ternyata mau daftar di SMAN 1 Tulungagung juga tidak bisa. Karena jaraknya terlalu jauh dari sekolahan,” keluh Endah.

Bukan hanya Revinka, para calon peserta didik lain asal Talapan juga mengalami hal serupa. Kondisi yang sama juga dialami anak-anak di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu di belakang RSUD dr Iskak. Meski secara administrasi masuk Desa Sobontoro, wilayah ini ada ada di tengah-tengah wilayah Desa/Kecamatan Kedungwaru.

Anak-anak dari Sobontoro tidak bisa mendaftar di SMAN 1 Kedungwaru, sekolah paling dekat. Namun mereka juga tidak bisa mendaftar di SMAN 1 Boyolangu, karena jaraknya terlalu jauh.

Kondisi ini karena sejarah penguasaan bengkok masa silam yang tidak teratur. Misalnya Desa Sobontoro di selatan, ternyata punya bengkok jauh di wilayah utara. Bahkan wilayahnya harus melewati Kecamatan Tulungagung.

Demikian juga Kelurahan Bago yang ada di tengah kota, punya tanah jauh di selatan. Letaknya ada di tengah-tengah wilayah Kecamatan Boyolangu.

Kasi SMK Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung, Subagyo mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena sudah keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Ketua MKKS SMAN Kabupaten Tulungagung, Harim Soedjatmiko mengaku mendapat banyak keluhan yang sama.

Menurutnya, banyak yang mengeluh karena jaraknya terlalu jauh dari sekolah, meski masuk dalam zona. Karena itu keluhan ini akan disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi, untuk bahan evaluasi.

“Zonasi memang menguntungkan siswa yang dekat dengan sekolah yang dituju. Tapi tidak menguntungkan bagi siswa yang jauh dari sekolah,” pungkasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved