Nasional
Piring Jatuh Tapi Tidak Pecah, Pertanda Nelayan Tewas Dimakan Buaya, Jenazah Ditemukan Tidak Utuh
Nelayan tewas dimakan buaya. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Sebelum tewas, ada pertanda yang terlihat pada sebuah piring
SURYAMALANG.COM - Nelayan tewas dimakan buaya. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Sebelum tewas, ada pertanda yang terlihat pada sebuah piring.
Nelayan itu bernama Arif (50), awalnya hilang diseret buaya di Desa Selingsing, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung ditemukan dalam kondisi tewas.
Jenazah korban ditemukan mengapung tanpa tangan kiri dan kaki kanan, terpaut hampir satu kilometer dari lokasi kejadian.
"Setelah tiga hari pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB," kata Koordinator Tagana Beltim, Mahroni Hidayat kepada Kompas.com, Rabu (19/6/2019).
Korban pertama kali ditemukan warga bernama Rizal yang ketika itu hendak pergi memancing ikan.
Berselang satu jam setelah penemuan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Gantung dan ke rumah duka untuk dikebumikan.
Petugas relawan juga melakukan pendampingan terhadap pihak keluarga yang ditimpa musibah.
Piring Jatuh
Sebelumnya, Tim gabungan menggelar operasi pencarian terhadap nelayan yang hilang di muara Sungai Desa Selingsing, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.
Arif dilaporkan diserang buaya hanya berselang lima menit setelah mencebur ke sungai untuk membersihkan perahu.
"Kondisi sudah mulai gelap saat korban masuk sungai, Senin (17/6/2019), membersihkan perahu bagian belakang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa di Pangkal Pinang, Selasa (18/6/2019).
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan muara yang ditumbuhi hutan bakau.
Petugas gabungan yang terdiri dari Tagana, BPBD, kepolisian dan koramil serta nelayan setempat didukung perahu karet dan sejumlah perahu motor.
Korban yang berasal dari Sulawesi Selatan itu merupakan mantan ketua RT dan sering beribadah di masjid.
Korban juga sering menginap di perahu motor dan pergi melaut bersama anaknya, Darwis.
"Siang hari sebelum kejadian, keluarga korban melihat ada yang aneh. Saat makan siang piring korban jatuh tertelungkup, tapi tidak pecah. Korban hanya tertawa dan melanjutkan makan," ujar Mikron.
Korban memiliki tiga anak dan satu istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lokasi-penemuan-jasad-nelayan-yang-diseret-buaya-di-desa-selingsing-belitung-timur.jpg)