Malang Raya

27 Bus akan Mengantarkan CJH dari Kota Malang ke Asrama Haji

Pemkot Malang akan menyediakan 27 bus bagi 1.184 calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat pada 11 & 12 Juli 2019.

27 Bus akan Mengantarkan CJH dari Kota Malang ke Asrama Haji
Tribunnewas.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang akan menyediakan 27 bus bagi 1.184 calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat pada 11 & 12 Juli 2019. Rencana itu telah dimatangkan berdasarkan hasil rakor persiapan pemberangkatan CJH Kota Malang yang digelar di Hotel Pelangi, Rabu (19/6/2019).

CJH Kota Malang yang terbagi pada kloter 15, 16 dan 17 tersebut juga akan di beri fasilitas 3 unit tronton untuk pengiriman tas dan koper jamaah. Sedangkan untuk kepulangan jamaah pada 21 Agustus 2019, Pemkot Malang menyiapkan 36 bus untuk memfasilitasi kegiatan mereka.

Tempat pemberangkatan dan pemulangan CJH Kota Malang tersebut rencananya akan dilaksanakan di lapangan Ki Ang Mor (sebelah utara lapangan Rampal).

"Kami berharap apa yang telah disiapkan oleh Pemkot Malang tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para jamaah haji sehingga ibadahnya pun menjadi lebih khusyuk" ujar Walikota Malang, Sutiaji, Kamis (20/6/2019).

ia juga menambahkan bahwa pelayanan yang terbaik tetap akan selalu menjadi prioritas Pemkot Malang untuk masyarakat Kota Malang.

Pada pemberangkatan pertama yakni 11 Juli akan dilakukan untuk satu kloter yakni Kloter 15 yang berjumlah 445 orang. Untuk kloter ini disediakan sebanyak 10 bus. Kemudian di tanggal berikutnya 12 Juli, dua kloter sisanya akan diberangkatkan.

Kloter 16 yang berjumlah 445 orang dan Kloter 17 yang berjumlah 294 orang akan diberangkatkan dengan 17 bus yang sudah disediakan. Jumlah total bus yang disiapkan untuk memberangkatkan 3 kloter ini adalah 27 bus.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto menambahkan, Pemkot Malang tetap memfasilitasi CJH dalam bentuk transportasi ke Asrama Haji di Sukolilo.

Keterangan Widianto ini sekaligus meluruakan informasi bahwa Pemkot Malang tidak menyediakan transportasi. "Kemarin itu ada salah tangkap, yang dimaksudi Pak Wali itu adalah teknis pengajuan anggaran untuk 2020. Bukan soal transportasinya," kata Nur Widianto.

Sementara itu, Humas Kemenag Kota Malang Burhanudin mengatakan, saat ini JCH mulai menjalani pemantapan melalui manasik haji yang digelar di setiap rayon kecamatan sejak 15 Juni lalu.

Setiap JCH dijadwalkan mengikuti 8 kali manasik dengan 7 kali teori dan satu kali praktik. "Persiapan paling penting adalah bekal untuk ibadahnya, manasik kita mantapkan. Tujuannya supaya mandiri, kalau sudah mandiri, menjalani ibadahnya bisa maksimal," kata Burhanudin.

Menurut Burhanudin, persiapan keberangkatan JCH mulai dari visa, pemeriksaan kesehatan dan lainnya telah siap. Jeda waktu yang hampir tiga minggu ini, kata dia, bisa dimanfaatkan JCH untuk banyak istirahat agar kondisi tubuh fit saat berada menjalani ibadah haji di Arab Saudi.

"Karena nanti sangat menguras fisik. Maka jeda waktu ini bisa dimanfaatkan untuk istirahat dan olahraga ringan," pungkasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved