Kabar Surabaya

Kilas Balik 3.048 Persil Tanah Aset Pemkot Surabaya Beralih ke Yayasan Kas Pembangunan (YKP)

Saat itu, Pansus Hak Angket memberikan rekomendasi agar YKP dan PT YEKAPE diserahkan ke Pemkot Surabaya.

Kilas Balik 3.048 Persil Tanah Aset Pemkot Surabaya Beralih ke Yayasan Kas Pembangunan (YKP)
Syamsul Arifin
Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, mengakui,  keterangan Ketua DPRD Surabaya, Armuji, cukup membantu penyidik karena mengetahui secara persis cerita perihal Yayasan Kas Pembangunan (YKP).

"Beliau menjadi anggota dewan di Surabaya cukup lama dan pernah menjadi pengurus YKP. Keterangannya cukup membantu penyidik. Ada 20 pertanyaan tadi," terangnya, Kamis, (20/6/2019).

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi YKP beberapa kali mencuat. Bahkan pada tahun 2012, DPRD Surabaya membentuk Pansus dengan memanggil semua pihak ke DPRD.

Saat itu, Pansus Hak Angket memberikan rekomendasi agar YKP dan PT YEKAPE diserahkan ke Pemkot Surabaya. Karena memang keduanya adalah aset Pemkot. Namun pengurus YKP menolak menyerahkannya.

Yayasan Kas Pembangunan (YKP) dibentuk oleh Pemkot Surabaya tahun 1951. Seluruh modal dan aset awal berupa tanah sebanyak 3.048 persil tanah berasal dari Pemkot.

Yaitu tanah negara bekas Eigendom verponding. Bukti YKP itu milik Pemkot sejak pendirian Ketua YKP selalu dijabat rangkap oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Sunarto.

Padahal, saat itu ada ketentuan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah bahwa Kepala Daerah tidak boleh rangkap jabatan.

Akhirnya tahun 2000 Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin sebagai ketua.

Namun tiba-tiba tahun 2002, Wali Kota Sunarto menunjuk dirinya lagi dan 9 pengurus baru memimpin YKP.

Sejak saat itu pengurus baru itu diduga mengubah AD/ART dan secara melawan hukum memisahkan diri dari Pemkot.

Hingga tahun 2007, YKP masih setor ke Kas Daerah Pemkot Surabaya. Namun setelah itu YKP dan PT YEKAPE yang dibentuk YKP berjalan seolah diprivatisasi oleh pengurus hingga asetnya saat ini berkembang mencapai triliunan rupiah.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved