Kabar Trenggalek

Kekosongan Kursi Wakil Bupati Trenggalek Mulai Dibahas, DPRD Bentuk Panitia Pemilihan

Apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan partai pengusung tak bisa memberikan dua nama calon wabup, panlih bakal dibubarkan.

Kekosongan Kursi Wakil Bupati Trenggalek Mulai Dibahas, DPRD Bentuk Panitia Pemilihan
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Sosialisasi Pengisian Kekosongan Jabatan Wabup Trenggalek, Kamis (20/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Kekosongan kursi wakil bupati Trenggalek mulai dibahas. Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD mulai mensosialisasikan pengisian kekosongan jabatan wabup, Kamis (20/6/2019).

Agus Cahyono, wakil panlih tersebut menjelaskan, tahapan-tahapan untuk pemilihan wabup telah ditetapkan.
Penetapan dua calon wabup dari lima partai pengusung dijadwalkan tanggal 7 Agustus 2019. Sementara pemilihannya oleh seluruh anggota dewan dijadwalkan tanggal 14 Agustus 2019.

"Dinamika dua nama itu ranahnya di partai pengusung, dan sepertinya proses pengisian wabup kita prediksi rumitnya di partai-partai itu. Karena ada lima partai, harus mengusung dua nama," ujar Agus.

Apabila hingga batas waktu yang telah ditentukan partai pengusung tak bisa memberikan dua nama calon wabup, panlih bakal dibubarkan. Kemudian, kata dia, dimungkinkan untuk membentuk panlih baru dan membahas penjadwalan ulang.

Sekadar untuk diketahui, lima partai pengusung yang berhak untuk mengajukan nama calon wabup adalah PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, dan Demkorat.

Dalam kegiatan itu, detail tata tertib syarat calon wabup juga dijabarkan. Panlih juga akan menggandeng KPU setempat unntuk pelaksanaan pemilihan jika nanti semua sesuai rencana.

"Syarat calon wabup banyak. Misalnya, tidak boleh rangkap jabatan, tidak pernah menjadi bupati di daerah setempat," tuturnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Mugianto menjelaskan, para partai pengusung sudah mulai berkoordinasi. "Kami rencanakan besok malam rapat partai pengusung untuk menyamakan persepsi. Masih tahap persiapan partai untuk rapat-rapat," ujarnya.

Jika itu berjalan lancar, partai pengusung baru akan menjaring mereka yang berminat untuk menjadi calon wabup sisa masa jabatan 2016-2021. Ia optimistis, tenggat waktu yang ditetapkan panlih cukup untuk menetapkan dua nama calon wabup.

"Yang penting ada titik temu antarpartai pengusung," katanya.

Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan, belum ada pembicaraan antarpartai pengusung. PDIP juga belum membahas masalah calon wabup. "Tunggu teman-teman koordinasinya. Belum kita bahas, soalnya masih bahas masalah internal," ungkap dia.

Ia belum bisa memastikan cukup-tidaknya waktu yang diberikan panlih. "Tergantung komunikasi teman-teman partai pengusung bagaimana," pungkasnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved