Kota Batu

Dilirik Provinsi Jatim, DLH Kota Batu Perluas Produksi Pot Dari Sampah Popok Diapers

Kota Batu dianggap mampu mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat. Salah satunya adalah program pemanfaatan diapers bekas untuk pot bunga.

Dilirik Provinsi Jatim, DLH Kota Batu Perluas Produksi Pot Dari Sampah Popok Diapers
suryamalang.com/Sany Eka Putri
Pot bunga berbahan baku sampah popok diapers yang dikembangkan Pemkot Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batu dilirik oleh beberapa daerah. Satu di antaranya dari provinsi Jatim karena dinilai Kota Batu dianggap mampu mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat. Salah satunya adalah program pemanfaatan diapers bekas untuk pot.

Permasalahan popok memang menjadi tugas DLH kota Batu, karena dirasa banyaknya sampah diapers yang terus bertambah dan dibuang di sungai. DLH kota Batu memanfaatkan pengguna diapers bekas untuk pot.

Kepala DLH Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, program itu sekaligus mengampanyekan kepada masyarakat agar mengurangi pembuangan sampah popok diapers di sungai.

"Tim dari Provinsi Jatim kemarin itu ke Kota Batu, ingin tahu bagaimana pengelolaan sampah di Kota Batu. Kenapa kok bisa membuat pot bunga dari diapers bekas. Karena baru kota Batu yang menjalani program ini," kata Arief, Sabtu (22/6).

Ia pun menjelaskan detail apa saja yang dibutuhkan, lalu proses pembuatannya bagaimana, menggunakan mesin atau tangan. Hal itu tentu membuat tim dari provinsi ingin mengajak kota Batu sebagai salah satu kota yang sudah menerapkan program pengolahan sampah.

Dengan begitu pihaknya akan menggandeng bank sampah untuk memberdayakan masyarakat membuat pot dari diapers bekas ini. Ia menjelaskan, tidak semata-mata diapers bekas ini langsung diolah. Ada proses yang harus dilakukan sebelum pada akhirnya menjadi pot bunga dan juga pot sampah.

"Kami perluas produksinya, di mana baru hanya satu dua orang, tapi ini setiap desa dan kelurahan. Dengan begitu kan tidak lagi buang di sungai yang bisa mencemari lingkungan dan lahan pertanian," ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses awalnya adalah konsumen diapers, bisa anaknya atau keponakannya. Lalu dari konsumen ini memberikan ke pengelola dalam bentuk bersih. Dalam hal gel diapers untuk menampung popok ini sudah dibuang. Baru siap diolah menjadi pot bunga, dan tong sampah.

Eko Rudi, salah satu pembuat pot bunga mengatakan, program ini memang yang mengawali Kota Batu. Melalui program ini diawal memang banyak yang tidak setuju. Tapi setelah mengetahui hasilnya bisa bermanfaat, masyarakat satu persatu mulai paham.

"Awalnya memang banyak dikatain orang kok mau repot-repot mengolah bahan dari barang bekas. Dan itu kan kotor juga. Tapi dampaknya itu besar, bisa jadi bahan edukasi kreatifitas juga," ungkapnya.

Sampai saat ini produksi pot yang sudah dibuat mencapai 1000 unit lebih. Nantinya pot bunga dan tong sampah ini akan dipromosikan dan dijual. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved