Kota Batu

11 Desa di Kota Batu Bakal Menggelar Pilkades Serentak pada Oktober-November Mendatang

Pilkades itu bakal dilaksanakan sekitar bulan Oktober dan November. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan saat ini masih tahap persiapan

11 Desa di Kota Batu Bakal Menggelar Pilkades Serentak pada Oktober-November Mendatang
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 11 desa di Kota Batu bakal melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Adapun 11 desa tersebut meliputi Tulungrejo, Punten, Gunungsari, Bumiaji, Giripurno di Kecamatan Bumiaji.

Sementara tiga desa dari Kecamatan Batu antara lain Sidomulyo, Oro-oro Ombo dan Sumberejo. Tiga sisa lainnya yaitu Beji, Junrejo dan Torongrejo di kecamatan Junrejo.

Pilkades itu bakal dilaksanakan sekitar bulan Oktober dan November. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan saat ini masih tahap persiapan untuk Pilkades serentak mendatang.

"Masa habis 11 kepala desa ini memang tidak bersamaan, tapi pelaksanaannya nanti bersamaan. Setidaknya Oktober dimulai," kata Punjul, Minggu (23/6/2019).

Secara teknis nantinya mulai pendaftaran calon, lalu pemungutan suara, dan penetapan. Dikatakannya Kades yang masa jabatannya habis, sebelum ada pilkades harus memberi keterangan akhir jabatan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Kades lama mau mencalonkan lagi dan Juli habis masa jabatannya bisa di PJ kan dulu. Agar tidak ada kekosongan jabatan Kades," imbuhnya.

Karena, sesuai aturan, enam bulan sebelum kades lengser harus sudah memberikan surat keterangan akhir jabatan ke BPD.

Kagab Pemerintahan Kota Batu Dyah Liestina menambahkan pelaksanaan pilkades serentak ini diusulkan 2 Oktober mendatang.

"Diusulkan bulan Oktober karena agar tidak berbarengan dengan HUT Kota Batu, kalau November itu kemepetan," kata Diah.

Dalam pelaksanaan Pilkades ini nanti setiap desa diberi dana bantuan Rp 85 juta untuk biaya pelaksanaan. Namun, Dyah memastikan anggaran tersebut bisa berubah sesuai dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di daerah masing-masing desa.

Dikatakannya memang ada perubahan yang awalnya rata Rp 85 juta rupiah, tapi sekarang sesuai DPT. Paling rendah Rp 71 juta, paling tinggi Rp 84 juta rupiah.

Pada tahapannya dimulai dengan pembentukan panitia hingga tanggal 30 Juni, pembuatan tata tertib dan pengumuman DPT hingga 30 Juli. Kemudian dilanjut pendaftaran dan pengumuman bakal calon kades mulai 31 Juli hingga 8 Agustus.

"Cakades (calon kepala desa) akan melalui berbagai proses. Mulai dari seleksi administrasi hingga tes tulis," imbuhnya.

Setelah penetapan bakal calon yang diumumkan bulan September. Kemudian dilanjut dengan kampanye hingga proses pemungutan suara pada 2 Oktober. Jadwal tersebut masih bisa berubah melihat dari proses palaksanaan.

Pemerintah sendiri mewanti-wanti agar warga yang memiliki hak pilih untuk mengenal cakades mereka. Pasalnya, dana untuk desa di Kota Batu bisa dibilang tinggi disbanding di Kabupaten Malang maupun Kota Batu. Angka tersebut bisa mencapai 5 miliar tiap desa per tahun.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved