Malang Raya

Kaum Tani Desa Ngadas Malang Was-was pada Upas, Embun yang Membeku Seperti Es

Para petani kentang di kawasan Poncokusumo, Kabupaten Malang was-was untuk menanam kentang ketika ada fenomena frost atau embun upas.

Kaum Tani Desa Ngadas Malang Was-was pada Upas, Embun yang Membeku Seperti Es
maxpixel.net
UPAS - Fenomena embun yang membeku seperti es juga terjadi di Gunung Bromo, Tengger, Semeru, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kaum tani kentang di kawasan Poncokusumo, Kabupaten Malang was-was untuk menanam kentang ketika ada fenomena frost atau embun upas.

Fenomena ini terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berdampak serius terhadap hasil pertanian kentang di kawasan sekitarnya.

Embun upas adalah embun yang membeku seperti es.

Petani kentang di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kartono, mengatakan, embun upas bagi warga Tengger disebut sebagai embun salju. Fenomena ini membuat tanaman kentang yang baru ditanam bisa rusak.

"Kalau sudah terkena embun salju susah diselamatkan. Ketika sudah terkena, harus disiram air. Itu pun harus sebelum matahari terbit," kata Kartono, Senin, (24/6/2019).

Kartono mengatakan, fenomena embun salju terjadi setiap tahun. Hal ini menyulitkan petani kentang yang memiliki lahan pertanian di dasar jurang.

Beruntungnya saat ini sudah memasuki masa panen kentang. Sehingga tanaman tinggal panen dan hanya sebagian kecil saja yang masih perlu perawatan.

“Biasanya tanaman kentang yang kena sekitar 2 persen dari total lahan sekitar 385 hektare. Lokasinya ada di lereng,” ujar Kartono.

Sandhya Purnama Putra, petani kentang dari Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mengatakan sudah memanen kentangnya sekitar sebulan lalu. Kentang yang dipanen dalam kondisi bagus.

“Panennya sebulan yang lalu, sebelum ada fenomena upas,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved