Suhu Kota Malang Semakin Dingin, Ini Cara Agar Kulitmu Tidak Kering Saat Pergantian Musim

Suhu kota Malang semakin dingin akibat pergantian musim, hal ini juga berimbas pada kesehatan kulitmu.

Suhu Kota Malang Semakin Dingin, Ini Cara Agar Kulitmu Tidak Kering Saat Pergantian Musim
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Alasan Suhu Kota Malang Lebih Dingin dari Biasanya Sampai Capai 16 Derajat, Berikut Penjelasan BMKG 

Aminudin mengatakan, Malang yang lebih dingin dari biasanya merupakan fenomena yang wajar saat musim kemarau seperti dilansir dari Kompas.com.

"Normalnya memang begini. Memang musim kemarau itu ditandai dengan kondisi suhu yang dingin malam hari, puncaknya pagi hari," kata Aminudin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/6/2019).

Namun, suhu Kota Malang berbeda pada pagi dan siang hari, dimana suhu pada siang hari terasa lebih panas dan menyengat.

"Kalau siang lebih panas menyengat," imbuhnya.

Untuk kelembaban udara di Kota Malang berkisar 50 hingga 95 persen, dimana kecepatan angin dari arah timur menuju tenggara mencapai 05 hingga 35 kilometer per jam.

Suhu rendah ini diperkiranan akan terus dirasakan oleh penduduk Kota Malang mengingat perkiraan BMKG pada Juli hingga Agustus suhu akan semakin dingin.

Bulan Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau dan rata-rata suhu di malam dan pagi hari akan terasa lebih dingin lagi.

"Ini akan lebih dingin lagi. Nanti ada angin kencang berdebu dan sebagainya. Kulit mulai kering, ini tandanya puncak musim kemarau," jelasnya.

Sementara itu, menurunnya suhu di Kota Malang juga turut dijelaskan oleh analis kebencanaan BPBD Kota Malang, Mahfuzi pada Kamis (20/6/2019).

Ia pun juga mengatakan hal yang sama dengan Aminudin dimana penurunan suhu ini wajar saat menuju musim kemarau.

"Seperti yang terlihat di weather station, suhu saat ini dingin karena masuk musim kemarau. Malam hari bisa 21 derajat sampai 18 derajat," tutur analis kebencanaan BPBD Kota Malang, Mahfuzi, Kamis (20/6/2019).

Mahfuzi menerangkan, arah angin di berdasarkan pengamatan weather station saat ini berkecepatan 3 km/jam mengarah ke barat laut. Kelembaban di Kota Malang 66 persen dan curah hujan nihil.

Ia menambahkan bahwa penurunan suhu pada malam hari ini diakibatkan oleh panas matahari yang diserap oleh bumi langsung lepas ke udara karena minimnya keberadaan awan.

"Seandainya ada awan, maka panas yang dilepas tadi akan di pantulkan lagi ke bumi, makanya suhu permukaan hangat," imbuh dia.

BPBD Kota Malang memprediksi penurunan suhu di Kota Malang masih akan terjadi hingga Oktober mendatang atau berakhirnya musim kemarau.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved