Breaking News:

Malang Raya

Bea Cukai Malang Musnahkan Tiga Juta Rokok Ilegal, Ratusan Miras dan Puluhan Liquid Vape

Selain memusnahkan rokok ilegal, Bea Cukai Malang juga memusnahkan sex toys, senjata, obat-obatan dan juga alat kecantikan.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
edgar
Petugas Bea Cukai Malang saat memusnahkan barang ilegal hasil dari operasi penindakan periode tengah semester pada bulan Januari hingga Mei 2019, Selasa (25/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bea Cukai Malang memusnahkan tiga juta rokok ilegal, ratusan botol miras dan puluhan liquid vape pada Selasa (25/6/2019).

Barang-barang yang dimusnahkan di halaman Kantor Bea Cukai Malang di Jalan Surabaya itu ditaksir mencapai Rp 1,2 Miliar.

Kepala Bea Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dalam periode tengah semester sejak Januari-Mei 2019.

"Karena kami sebagai community protector, kami ingin melindungi masyarakat dari masuknya barang impor berbahaya yang dilarang dan dibatasi oleh regulasi," ujarnya.

Selain memusnahkan rokok ilegal, Bea Cukai Malang juga memusnahkan sex toys, senjata, obat-obatan dan juga alat kecantikan.

Barang ilegal tersebut didapati dari kiriman Kantor Pos Kota Malang yang berasal dari luar negeri.

Kata Rudy, hasil total keseluruhan nilai barang dari kiriman Kantor Pos mencapai Rp 46 Juta.

"Kebanyakan yang kami dapat dari Kantor Pos merupakan barang yang dapat mengganggu moral. Untuk itu besok barang ilegal itu akan kami musnahkan di TPA Supit Urang," ucapnya.

Meski demikian, kata Rudy tidak semua barang ilegal itu dimusnahkan.

Beberapa ada yang masih dalam penyidikan di Kejaksaan Kegeri Malang maupun di Kepolisian.

Dijelaskan Rudy, pada periode tengah semester ini, rokok ilegal dan tanpa cukai masih menjadi momok serius di wilayah Malang Raya.

Rokok tersebut kebanyakan diperoleh dari wilayah Kabupaten Malang.

Untuk itu, sesuai dengan amanat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pihaknya akan melaksanakan operasi 'Gempur Rokok Ilegal'.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal karena memilikinya peran yang cukup besar.

"Kegiatan ini serentak mulai bulan Juni 2019. Kami akan melakukan pengawasan dan mulai mengakampanyekan kepada masyarakat agar mereka paham dan dapat berkontribusi dalam pemberantasan rokok ilegal," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved