Malang Raya

Belum Ada Penampungan Bekas Popok Sekali Pakai, DLH Harap Produsen Bikin Produk Ramah Lingkungan

Penggunaan popok sekali pakai masih banyak di masyarakat. Hal ini karena penggunanya masih banyak karena pertumbuhan balita.

Belum Ada Penampungan Bekas Popok Sekali Pakai, DLH Harap Produsen Bikin Produk Ramah Lingkungan
ecoton
Bekas popok sekali pakai yang dibuang di sungai. 

“Kalo rencana sih ada, tetapi kembali lagi, itu butuh banyak hal. Karena itu, kami berharap ada industri yg membuat popok ramah lingkungan sehingga cepat terurai,” paparnya.

Nuke Arini, ibu dua anak memakai popok sekali pakai sejak anaknya lahir hingga usia 2,5 tahun.

“Tapi kini sudah berkurang setelah ia mulai risih memakai popok,” jelas Nuke Arifin yang memiliki anak usia 3,5 tahun, Selasa (25/6/2019).

Namun kadang-kadang masih memakai jika tidur malam karena kadang ngompol.

Tak dipungkiri ia memang terbantukan namun tidak sampai memikirkan lebih jauh dengan sampah popok.

Karena itu ia masih belanja bulanan popok sekali pakai meski sudah agak berkurang jumlahnya.

Jika bepergian masih dipakaikan buat jaga-jaga serta membawa cadangan di tasnya.

Dikatakan, sejak bayi ia membiasakan memakai popok sekali pakai.

Karena itu ia juga kerap dikontrol popoknya jangan sampai bocor. Pemakaian saat bayi bisa sampai 3-4 buah. Usai dipakai, biasanya dibungkus kresek plastik kecil dan dibuang di tempat sampah bersama sampah domestik dapur.

Entah bagaimana sortirnya di TPA dengan sampah popok itu.

Halaman
123
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved