Kabar Surabaya

Komplotan Jasa Aborsi Ilegal di Bongkar Polda Jatim, Modus Gunakan Obat Keras Penggugur Janin

Bisnis aborsi tersebut dilakukan bukan oleh seorang praktisi medis ataupun dokter. Melainkan oleh seorang Sales barang dan juga mantan apoteker.

Komplotan Jasa Aborsi Ilegal di Bongkar Polda Jatim, Modus Gunakan Obat Keras Penggugur Janin
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara saat mengintrogasi LWP pelaku aborsi ilegal, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap komplotan penyedia jasa aborsi ilegal di kawasan Surabaya, Selasa (25/6/2019). Mereka sudah menjalankan bisnis aborsi tersebut sekitar dua tahunan.

Berdasarkan catatan Polda Jatim, sedikitnya sudah ada 20 orang perempuan yang menggunakan jasa mereka dalam menggugurkan kandungan. Bisnis aborsi tersebut dilakukan bukan oleh seorang praktisi medis ataupun dokter. Namun ketujuh pelaku tersebut sebelumnya berprofesi sebagai sales barang, dan ada juga yang sempat menjadi apoteker.

Para tersangka tersebut memiliki peran masing-masing. Yakni LWP (28) dan TS (30) bertugas sebagai penggugur kandungan, MSA (32) bertugas sebagai perantara atau pihak yang mengantarkan pasien, RMS (26) bertugas membantu menjalankan proses aborsi, MB (34) bertugas sebagai penyuplai obat-obatan ke LWP, VN (26) bertugas sebagai penyuplai obat ke MB,  FTA (32) bertugas sebagai apoteker sekaligus pemilik apotek.

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara menjelaskan, komplotan itu mematok tarif harga sekali praktik aborsi kisaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Sedangkan para pasien yang memanfaatkan jasa aborsi komplotan tersebut terbilang beragam. "Kebanyakan usia dibawah 30 tahun, tidak ada yang dari pelajar," kata Arman Asmara saat gelar rilis di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (25/6/2019).

Komplotan itu, ungkap Arman Asmara, melakukan praktik tanpa menggunakan mekanisme prosedural medis. Proses mengugurkan kandungan terhadap si pasien hanya mengandalkan obat-obatan. "Jadi memang tanpa ada pijatan khusus atau diurut, tapi cuma pakai obat," ucapnya.

Arman mengungkapkan, jenis obat-obatan yang digunakan komplotan itu tergolong obat keras. Sebuah kategori obat yang hanya boleh digunakan atas seizin dokter.

"Jadi ada obat yang diminum oleh korban, dan ada yang dimasukkan langsung ke alat kemaluan korban," tandasnya.

Tak cuma itu, tambah Arman, dalam menjalankan praktik aborsi itu komplotan tersebut memiliki prosedur khusus. Yakni para pasien yang datang untuk aborsi, kebanyakan dalam kondisi masa kehamilan menginjak satu bulan.

"Sehari 6 kali sampai keguguran, jadi ada obat yang diminum lalu dimasukkin ke kelamin, setelah satu jam, dilakukan lagi sampai berhasil (keluar darah tanda keguguran)," tuturnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved