Kabar Tuban

Modus Kelabui Petugas Sebagai Tempat Budidaya Ikan Lele, Pabrik Arak di Tuban Digerebek Tim Gabungan

Pabrik yang memproduksi minuman haram tersebut disulap layaknya tempat budidaya ikan Lele dan juga kandang sapi.

Modus Kelabui Petugas Sebagai Tempat Budidaya Ikan Lele, Pabrik Arak di Tuban Digerebek Tim Gabungan
suryamalang.com/Mochamad Sudarsono
Petugas gabungan mengamankan sejumlah barang bukti pembuatan arak di Kabupaten Tuban 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Sebuah pabrik arak yang berada di sebuah gudang jalan setapak Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, digerebek petugas gabungan, Selasa (25/6/2019).

Gudang yang terlihat berbeda dengan pabrik arak pada umumnya, karena pemilik seolah berupaya mengelabui petugas dengan menyulap tempat agar tidak terendus.

Pabrik yang memproduksi minuman haram tersebut disulap layaknya tempat budidaya ikan Lele dan juga kandang sapi.

Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto mengatakan, memang di tempat produksi arak ini ada sejumlah kolam lele dan kandang sapi yang tujuannya untuk mengecoh petugas.

Akhirnya setelah mendapat informasi dan dipastikan kebenarannya, Satpol PP, TNI dan Polri langsung menggerebek pabrik arak milik Adi Warsito, warga Dusun Mojokopek, Desa Prunggahankulon, Kecamatan Semanding.

"Setelah informasi pasti kita langsung gerebek pabrik arak tersebut. Lokasi ada di tengah tegalan dan belum beraspal, jadi sulit diakses," kata Heri.

Lebih lanjut dijelaskan Heri, dari hasil pengembangan pelaku ini sudah beroperasi tiga bulan terakhir. Untuk rata-rata perhari, pabrik arak milik Adi Warsito ini bisa memproduksi 50 sampai 100 liter Arak.

Guna menghilangkan jejak, arak yang sudah jadi itupun langsung dijual ke pembeli tanpa menunggu waktu lama. "Produksi bisa sampai 100 liter per hari, barang jadi langsung dijual, beberapa liter arak kita amankan," ujarnya.

Petugas juga mendapati sejumlah barang bukti peralatan produksi arak dan juga bahan bakunya. Terdapat bahan baku sebanyak lima drum dan juga sisa Arak hasil produksi yang masih berada di gudang.

Dua orang yang saat itu berada di lokasi gudang pabrik Arak diperiksa. Sedangkan barang bukti diamankan petugas. "Barang bukti, seperti drum, dandang, kompor, dan juga baceman, serta Arak jadi diamankan," pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, produsen arak akan dijerat undang-undang RI No 18/2012 tentang Pangan dengan ancaman Hukuman pidana 10 tahun penjara atau denda hingga Rp 100 miliar.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved