Kabar Pamekasan

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Rumah dan Gudang Mebel Terbakar Habis di Pamekasan Madura

Akibat kejadian itu, seluruh isi perabot rumah berikut mebel, terdiri atas kusen, tempat tidur, lemari ukiran milik konsumen yang siap antar hangus.

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Rumah dan Gudang Mebel Terbakar Habis di Pamekasan Madura
suryamalang.com/Muchsin
Rumah dan gudang mebel yang hangus terbakar rata dengan tanah di Pamekasan, tinggal puing dan menjadi tontonan warga. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Rumah berikut gudang mebel, milik Mohammad Siran (50) di Kampung Sawahan, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, rata dengan tanah setelah dilalap api, Selasa (25/6/2019) malam.

Akibat kejadian itu, seluruh isi perabot rumah berikut mebel, terdiri atas kusen, tempat tidur, lemari ukiran milik konsumen yang siap antar, hangus jadi arang. Selain itu, tiga unit sepeda motor, yakni Honda Vario dan Honda Supra, serta uang tunai Rp 15 juta ikut terbakar tidak sempat terselamatkan.

Kebakaran yang diduga dari hubungan arus pendek listrik ini mengakibatkan korban menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kini korban bersama istri dan anaknya yang hanya tinggal baju melekat di badan, untuk sementara mengungsi dan tinggal di mushala depan rumahnya.

Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, saat itu Siran bersama istri, anak dan menantu sudah tidur pulas. Namun Siran terjaga lantaran mendengar suara yang mencurigakan seperti benda terbakar. Begitu korban bangun dari arah belakang, gudang mebel tempat usahanya berkobar api cukup besar.

Kemudian Siran membangunkan keluarga agar ke luar menyelamatkan diri, karena api sudah membumbung merembet ke rumahnya yang terbuat dari gedek. Dan di tengah kepanikan itu, Siran sempat membuka lemari dan mengambil tumpukan berkas berupa dokumen  dan ijazah milik anaknya.

Selanjutnya korban dan anak istrinya berteriak memanggil tetangga minta tolong. Dalam hitungan menit, sejumlah warga berdatangan untuk membantu memadamkan api. Namun saat gudang mebel dan separuh bangunan rumahnya sudah dilalap api.

“Saat itu warga mengerahkan tiga unit mesin penyedot air. Airnya mengambil dari aliran sungai di belakang rumah, namun upaya itu tidak mampu karena kobaran api sangat besar ditambah lagi tiupan angin kencang dan yang terbakar semuanya terbuat dari kayu yang mudah terbakar,” ujar Abdul Bari, tetangga korban.

Menurut Abdul Bari, tiga unit sepeda motor yang terbakar itu diparkir di sela-sela rumah antara gudang mebel. Warga saat itu sudah berusaha untuk mengeluarkan, tapi apinnya menjilat-jilat, sehingga warga mengurunkan niatnya.

Tidak sampai 30 menit, kobaran api sudah membakar rumah dan gudang mebel. Saat itu terdengar suara ledakan dari dapur rumah yang diduga dari tabung gas LPJ. Berselang tidak berapa lama, dua unit mobil pemadam kebakaran datang untuk membantu. Tapi kedua mobil PMK itu tidak bisa mendekat ke lokasi, karena jalannya sempit, sehingga terpaksa berhenti di halaman rumah tetangganya berjarak sekitar 100 meter.

“Uang yang terbakar itu katanya untuk membeli sepasang sapi. Korban panik, tidak sempat mengambil uang yang ditaruh di dalam lemari.  Dan tempat tidur ukiran bernilai artistik milik korban, kini  jadi arang,” kata Abdul Bari.

Sementara Siran mengetahui rumah dan gudang mebel miliknya kini rata dengan tanah hanya termanggu, tidak percaya apa yang telah terjadi. Sejumlah tetangga datang menghibur dan membesarkan hatinya agar tegar menerima musibah yang menimpa dirinya.

Penulis: Muchsin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved