Malang Raya

GALERI FOTO - Pemulung Berjasa Kelola 9 Ton Sampah dari Total 527 Ton Sampah per Hari di Kota Malang

Para pemulung mengais sampah yang memiliki nilai ekonomis. Mari melihat suasana pekerjaan mereka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang:

GALERI FOTO - Pemulung Berjasa Kelola 9 Ton Sampah dari Total 527 Ton Sampah per Hari di Kota Malang
hayu yudha prabowo
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sampah menjadi salah satu masalah besar di Kota Malang, Jawa Timur. 

Tiap hari, warga kota ini membuang sampah lebih dari 527,3 ton.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang hanya mampu mengelola 79,05 persennya. Masih ada sekitar 15,1 ton sampah per hari yang tidak bisa dikelola. 

Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, di antara ratusan ton sampah itu, ada peran para pemulung yang mampu mengelola sekitar 9 ton per hari.

Mereka mengais sampah yang memiliki nilai ekonomis. Mari melihat suasana pekerjaan mereka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang:

PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah.
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah. (hayu yudha prabowo)
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah.
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah. (hayu yudha prabowo)
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah.
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah. (hayu yudha prabowo)
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah.
PILAH SAMPAH - Pemulung memilah dan mengambil sampah yang mempunyai nilai ekonomi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Dalam sehari, pemulung yang mengais rejeki dari sampah di TPA ini mampu mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu dari hasil menjual sampah. (hayu yudha prabowo)
Penulis: Hayu Yudha Prabowo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved