Malang Raya

Usulan Musrenbang, Disnaker Kota Malang Latih 40 Warga Membatik

Sebanyak 40 warga Kota Malang belajar membatik di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Batik Soendari, Jl PTP II Permata Sukarno-Hatta A2

Usulan Musrenbang, Disnaker Kota Malang Latih 40 Warga Membatik
Hayu Yudha Prabowo
PENDAMPINGAN - Mentor mendampingi peserta membuat pola batik dalam Pelatihan Membatik yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Malang di Soendari Batik, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Kamis (27/6/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sebanyak 40 warga Kota Malang belajar membatik di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Batik Soendari, Jl PTP II Permata Sukarno-Hatta A2, Kamis (27/6/2019).

Kepala Seksi Pelatihan Disnaker Kota Malang Tjuratna mengatakan, pelatihan itu dilakukan karena usulan dari Musrenbang.

“Pelatihan ini berasal dari Musrenbang, ini merupakan usulan beberapa kelurahan yang menginginkan warganya berlatih membatik,” katanya.

Kata Ratna, peminat yang mendaftar pelatihan membatik sangat banyak, mencapai 104 orang. Sementara kuotanya hanya 40 orang.

“Ada dua tahap, masing-masing 20 orang. Kami mulai tanggal 26, berakhir tanggal 9 Juli 2019. Sumber dana dari cukai senilai kurang lebih Rp 60 juta,” jelasnya, Kamis (27/6/2019).

Disnaker menargetkan peserta bisa berwirausaha atau memasuki dunia usaha setelah mengikuti pelatihan yang digelar selama enam hari itu. Kata Ratna, peserta ada yang masih baru dan ada juga yang sudah bergerak di bidang usaha batik.

“Lebih banyak berusaha secara mandiri. Kalau memasuki dunia usaha, ada beberapa. 75 persen peserta yang ikut berwirausaha,” jelasnya.

Disnaker juga akan melakukan pendampingan. Bahkan tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan kepada perserta yang mengikuti pelatihan.

“Kami rencanakan setelah pelatihan, akan kami dampingi. Kami lihat responnya seperti apa. Kemudian tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan sampai mereka berhasil,” paparnya.

Pemilik LKP Batik Soendari,  Yunita Sandrayanti menambahkan, pihaknya telah berkomitmen dengan Pemkot Malang untuk bisa membantu peserta membuat batik hingga pemasarannya.

“Kami komitmen kepada dinas, kemarin juga saya tawarkan kepada peserta apabila memerlukan kami untuk mendampingi, kami terbuka. Bagi kami berbagi ilmu lebih manfaat daripada produk itu sendiri,” terang Yunita.

Para peserta selama enam hari dilatih teknik membatik mulai dari yang paling dasar. Menurut Yunita, waktu enam hari cukup untuk memberikan berbagai materi membatik.

“Waktunya lama sampai enam hari sehingga berusaha sampai detail. Ketika keluar dari pelatihan bisa memahami betul pembuatan batik,” jelas Yunita. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved