Kabar Jember

Bupati Jember Mendapat Penghargaan Pejuang Kesehatan Dari Dompet Duafa di Jakarta

Bupati Faida meraih penghargan Health Warrior Award 2019. Dia satu-satunya yang mendapatkan penghargaan pejuang kesehatan itu dari unsur bupati.

Bupati Jember Mendapat Penghargaan Pejuang Kesehatan Dari Dompet Duafa di Jakarta
Ist
Bupati Jember, Faida saat menerima piala penghargaan pejuang kesehatan di Jakarta. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Bupati Jember, Faida mendapatkan penghargaan sebagai pejuang kesehatan. Penghargaan untuk pegiat sosial ini diberikan oleh Dompet Duafa dan sebuah perusahaan asal Thailand di Universitas Trisakti Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Bupati Faida meraih penghargan Health Warrior Award 2019. Dia satu-satunya yang mendapatkan penghargaan pejuang kesehatan itu dari unsur bupati. Pegiat lain berasal dari sejumlah profesi.

Bupati Faida mengaku mendapatkan kehormatan bisa meraih penghargaan tersebut. "Sebuah kehormatan bagi saya. Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat buat saya dan masyarakat Jember," kata Faida.

Sebelum menjadi bupati, bupati perempuan pertama di Jember itu kerap melakukan kegiatan sosial. Dia menyebut, dirinya juga pegiat sosial yang beberapa kali melakukan kegiatan kemanusian di bidang kesehatan.

"Seperti kegiatan kemanusian berupa operasi bibir sumbing bersama sejumlah pihak lain. Dan sebagai bupati tentunya beberapa kegiatan di bidang kesehatan juga diprioritaskan," kata Faida.

Dia menuturkan, saat ini dunia kesehatan Indonesia menghadapi transisi di bidang pembiayaan kesehatan. Juga ada persoalan jumlah tenaga kesehatan yang tidak berbanding ideal dengan jumlah penduduk Indonesia.

"Satu transisi besar itu di sektor pembiayaan kesehatan. Asuransi bisa jadi solusi bersama. Persoalan lain yang juga butuh solusi adalah jumlah tenaga spesialis kesehatan dengan jumlah penduduk terutama di daerah pelosok," kata Faida.

Karenanya untuk menjaga kesehatan masyarakat, diperlukan peningkatan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. Untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, lanjutnya, dibutuhkan sinergisitas banyak pihak.

"Termasuk untuk memberantas angka stunting, para ahli yang bertemu di acara ini bisa saling bersinergi untuk memberantas dan menekan angka stunting," tuturnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved