Malang Raya

Peminat Digital Talent Scholarship Membeludak

Peminat beasiswa DTS 2019 yang digelar Kementrian Komunikasi dan Informasi RI bekerja dan Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang membeludak.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Pembukaan DTS (Digital Talent Scholarship) 2019 di Filkom Universitas Brawijaya Malang, Senin (1/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Peminat beasiswa Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 yang diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informasi RI bekerja sama dengan Filkom Universitas Brawijaya (UB) Malang membeludak.

Jumlah pendaftar mencapai 494 orang. Setelah diseleksi didapat 392 orang.

“Semula dengan target 300 orang atau enam kelas. Akhirnya jadi delapan kelas,” jelas Ir Heru Nurwarsito MKom, Ketua  Pelaksana DTS 2019 pada SURYAMALANG.COM, Senin (1/7/2019) di sela pembukaan DTS.

Pelaksanaan DTS disebar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga yang ingin ikut bisa memilih dimana.

Khusus di Malang, ada tiga perguruan tinggi yang dilibatkan Kominfo yaitu UMM, Polinema dan UB.

Peserta akan mengikuti pelatihan selama dua bulan atau 36 kali pertemuan. Ada empat bidang yang bisa dipilih di pelatihan itu.

Terbanyak memilih di Big Data sebanyak 167 peserta, Cloud Computing sebanyak 100 peserta, Cyber Security ada 75 peserta dan IOT (Internet of Things) ada 50 peserta.

Dengan pelatihan itu, maka peserta bisa fokus pada bidang yang dipilih dengan lebih banyak latihan. Sehingga nanti peserta memiliki kompetensi di bidang pilihannya.

“Nanti juga ada sertifikasi internasional dari pihak ketiga. Maka nanti sertifikat itu bisa dipakai untuk mencari pekerjaan selain menyertakan ijazah,” papar Heru.

Dikatakan, dalam perkuliahan dengan mengambil contoh di Filkom, bidang itu sudah diajarkan semua di kurikulumnya. Namun lebih banyak teori.

Tapi jika ikut pelatihan itu, bisa fokus pada salah satu bidang dengan lebih banyak praktik sehingga bisa jadi kompetensinya.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS saat membuka acara itu menyatakan sertifikat-sertifikat bidang keahlian sangat penting di masa depan.

“Untuk empat bidang pelatihan itu sangat perlu dikuasai di masa mendatang di era mendatang,” kata Nuhfil.

Ia berpesan agar yang mengikuti pelatihan program beasiswa dari Kominfo memanfaatkan dengan baik.

Apalagi perkembangan dunia IT sangat cepat. Dari 392 peserta DTS, ada delapan orang difabel yaitu tuna rungu dan tuna daksa.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved