Kabar Jember

Distribusikan Obat Diluar SOP, Bupati Jember Copot Jabatan Tiga Pejabat Fungsional Rumah Sakit

Bupati Jember, Faida mencopot jabatan fungsional yang melekat pada tiga orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember.

suryamalang.com/Sri Wahyunik
Bupati Jember Faida saat serahkan SK pada pejabat jabatan fungsional tertentu di pemkab jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Bupati Jember, Faida mencopot jabatan fungsional yang melekat pada tiga orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember. Ketiga orang ASN itu bekerja di sebuah rumah sakit milik Pemkab Jember. Ketiga orang itu terbukti berdasarkan pemeriksaan oleh Inspektorat melakukan penyalahgunaan tugasnya.

"Mereka menyalahgunaan distribusi obat. Mereka mendistribusikan obat tidak pada jalurnya, tidak sesuai SOP. Ada kasir di luar kasir. Hari ini saya sudah menandatangani sanksi berat untuk mereka. Ada tiga orang. Mereka dicopot dari kewenangannya di jabatan fungsional," kata Bupati Faida usai melantik 52 orang pejabat Jabatan Fungsional Tertentu di Pemkab Jember, Senin (1/7/2019).

Faida menegaskan, dirinya tidak bisa mentoleransi ASN yang menyalahgunakan jabatan dan wewenang, juga tugas pokok dan fungsinya. Dia mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penjualan obat di luar
jalur logistik itu. Setelah mendapatkan laporan tersebut, dirinya meminta laporan itu ditindaklanjuti oleh pihak Inspektorat.

"Hasilnya hari ini ada sanksi berat untuk mereka. Mereka yang melakukan pasti tidak sendiri. Kami melakukan pemeriksaan berdasarkan administrasi kepegawaian, jadi sanksinya juga berdasarkan sanksi untuk
pegawai," tegas Faida.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh tiga orang ASN itu tidak patut dilakukan. Masyarakat, imbuhnya, jengah dengan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat itu. Faida menegaskan apa yang dilakukan oleh ASN
itu bukan kebijakan bupati.

"Karenanya masyarakat berani melapor, karena mereka tahu itu bukan kebijakan bupati namun ulah oknum," tegasnya.

Faida menambahkan, ketiga orang ASN itu menjadi contoh ASN yang memiliki ilmu, namun tidak menerapkan keilmuannya secara kompeten. Karenanya, sanksi yang didapatkan adalah pencopotan mereka dari
jabatan fungsional sehingga tidak lagi bisa melayani pasien.

"Tidak lagi bisa melayani pasien, tidak bisa menerapkan ilmunya," imbuhnya.

Perihal pemberian sanksi berat kepada ASN itu disampaikan Bupati Faida juga kepada 52 orang pejabat yang dilantik menempati jabatan fungsional tertentu di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Senin (1/7/2019).

Kepada para ASN yang semuanya tenaga kesehatan itu, Faida mengingatkan mereka untuk bekerja secara profesional dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Para pejabat yang menduduki sejumlah jabatan fungsional itu merupakan ujung tombak pelayan masyarakat.

"Jangan melakukan pungli. Ingat yang bapak dan ibu layani itu orang yang kesusahan, orang sakit. Bekerjalah secara baik, dan ikhlas," tegasnya.

Jabatan fungsional, lanjut Faida, merupakan jabatan yang diamanatkan oleh UU. Karenanya, pemiliknya juga harus disumpah dan dilantik saat menduduki jabatan itu. Pelantikan 52 pejabat itu, sekaligus
pengambilan sumpah kembali.

"Supaya mereka ingat, dan tidak menyalahgunakan wewenang mereka. Mereka memiliki ilmu sehingga harus kompeten, dan digunakan secara benar," pungkas Faida.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved