Breaking News:

Kabar Tuban

Produsen Ribuan Liter Miras di Tuban Digerebek Tim Gabungan, Pemilik Sempat Sembunyi Di Atap Rumah

Pabrik miras beralkohol tinggi yang berada di tepi jalan Pantura itu mampu memproduksi ribuan liter arak.

Ist
Petugas gabungan saat menggerebek pabrik miras arak yang berada di Dusun Kepet, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Senin (1/6/2019), malam. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Petugas gabungan Satpol PP, Kodim dan Polres Tuban kembali menggerebek tempat produksi minuman keras arak yang berada di Dusun Kepet, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Senin (1/7/2019) malam.

Pabrik miras beralkohol tinggi yang berada di tepi jalan Pantura itu mampu memproduksi ribuan liter arak. Sedangkan untuk limbahnya dibuang di kawasan sungai sekitar untuk mengelabuhi petugas. 

Pemilik pabrik miras, Mulyono (33) warga Desa Gesing sempat bersembunyi di atap genteng saat petugas datang menggerebek lokasi bisnis haram tersebut.

Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto mengatakan, penggerebekan ini berawal dari laporan masyarakat yang mulai resah dengan aktivitas produksi miras. Saat digerebek, petugas sempat terkejut karena mendapatkan minuman arak dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Kita amankan arak siap edar 1080 liter, rinciannya ada 60 dus arak, setiap dusnya berisi 12 botol berisikan masing-masing 1,5 liter arak per botol," kata Heri Muhawanto.

Dia menjelaskan, petugas sempat kesulitan saat akan masuk tempat produksi arak tersebut, karena pintu depan gudang tertutup rapat. Hingga akhirnya masuk melalui pintu belakang.

Kondisi di dalam gudang sangat gelap tanpa ada penerangan cahaya, sedangkan untuk kapasitas produksi arak sendiri bisa mencapai 1000 - 1500 liter per hari.  "Jadi produksi arak disini berskala besar bisa mencapai 1500 liter per harinya," ucap Heri.

Heri menambahkan, produksi arak itu sendiri telah berjalan sekitar tiga bulan terakhir dan hasilnya dikirim ke luar kota Tuban.

Dari hasil penggerebekan, tim gabungan petugas mengamankan sejumlah alat produksi arak. Seperti dandang, 24 tabung LPG 3 Kg, 31 drum berisi baceman (bahan baku arak) dan beberapa alat lainnya.

"Barang bukti telah kita amankan semua," tandas Heri.

Untuk pemilik pabrik miras jenis arak akan dijerat undang-undang RI No 18/2012 tentang Pangan, dengan ancaman Hukuman pidana 10 tahun penjara atau denda hingga Rp 100 miliar.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved