Malang Raya

Pemkot Malang Berniat Mengebor 3 Sumur Baru, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Sumur bor rata-rata memiliki kedalaman sekitar 130 meter di Kota Malang. Dalam mengebor, juga selalu diupayakan untuk bisa menemukan sumber

Pemkot Malang Berniat Mengebor 3 Sumur Baru, Anggarannya Rp 1,3 Miliar
doni prasetyo - suryamalang.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Malang, Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang akan melakukan pengeboran sumur di kawasan Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang.

Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Air Limbah  Yuni Lestari menjelaskan DPUPR Kota Malang melalui Bidang Air Minum dan Air Limbah (AMAL) tahun 2019 kembali melakukan pengeboran sumur Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) baru di tiga tempat di Kota Malang.

Tiga sumur bor baru yang akan dibangun tersebut berada di kawasan Kelurahan Bumiayu RW 3, Kelurahan Tasikmadu RW 4 melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), dan di Kelurahan Mulyorejo RW 1 melalui anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).

Untuk melaksanakan program itu, dianggarkan biaya sebanyak sekitar Rp 1,3 miliar.

“Saat ini sudah dalam proses pengerjaan 20 persen yang melalui DAK, dan yang melalui DAU baru selesai proses lelangnya,” jelasnya.

Sumur bor rata-rata memiliki kedalaman sekitar 130 meter di Kota Malang. Dalam mengebor, juga selalu diupayakan untuk bisa menemukan sumber titik artesis.

Air artesis adalah air tanah tertekan (confined ground water) yang menimbulkan tekanan hidrostatis yang tidak normal. Nantinya sumber tersebut bisa mengalir sendiri tanpa pompa air.

Dengan bertambahnya titik baru sumur bor, maka saat ini semakin menambah banyak titik sumur bor di Kota Malang yang dimanfaatkan menjadi Hippam.

Saat ini, jumlah titik sumur bor yang dimanfaatkan sebagai Hippam di Kota Malang sebanyak 38. Jika ditotal dengan titik sumur yang baru, maka jumlahnya menjadi 41 titik sumur bor.

“Dengan banyaknya titik, tentu diharapkan bisa semakin membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih. Bisa membantu mereka yang belum tercover oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang,” ucapnya.

Menurut Yuni selama pengeboran tersebut, pengerjaannya didampingi Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Hal itu dilakukan karena nilai anggaran untuk satu pengeboran juga cukup besar yakni sekitar Rp 1,3 miliar.

“Makanya perlu pendampingan untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan,” paparnya.

Kawasan yang belum tercover air bersih di Kota Malang kurang dari 10 persen. Masih banyak yang belum terakses air bersih di kawasan perbatasan kota. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved