Kabar Tulungagung

Pengemudi Kendaraan Edet Yang Menewaskan Tiga Orang di Tulungagung Tidak Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi menyatakan, sopir edet tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka dan dengan demikian dia bebas dari jerat hukum.

Pengemudi Kendaraan Edet Yang Menewaskan Tiga Orang di Tulungagung Tidak Bisa Dijadikan Tersangka
suryamalang.com/David Yohanes
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu Setiawan Kuncoro. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Bambang (40) warga Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, sopir edet yang menabrak dan menewaskan tiga orang di Desa Sidem, Kecamatan Gondang akhirnya bernafas lega.

Polisi menyatakan, Bambang tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka dan dengan demikian dia bebas dari jerat hukum.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu Setiawan Kuncoro mengatakan, pihaknya sudah melakukan gelar perkara dengan melibatkan penyidik Unit Laka Lantas dan Provost. “Hasilnya, tidak bisa menetapkan pengemudi edet sebagai tersangka,” terang Wisnu.

Lanjutnya, putusan tersebut setelah mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan. Kecelakaan yang menewaskan satu ibu dan dua anak ini bermula dari kesalahan korban. “Kecelakaan terjadi dimulai saat korban menabrak rambu, kemudian jatuh ke arah edet,” sambung Wisnu.

Diakui Wisnu, banyak edet beroperasi di Tulungagung, khususnya wilayah Kecamatan Gondang dan sekitarnya. Edet sudah menjadi mata pencarian bagi sebagian orang.

Data yang tercatat, sekurangnya ada 500 edet yang beroperasi. Karena itu Satlantas Polres Tulungagung menekankan sosialisasi kepada para pengemudi edet.

Mereka hanya boleh beroperasi di jalan perkampungan, dan bukan jalan utama. Jika pun harus melintas di jalan utama, sebaiknya dilakukan saat malam hari. “Kalau memang melanggar, tetap akan kami lakukan tilang,” tegas Wisnu.

Karena edet tidak punya nomor rangka dan nomor mesin, maka tindakkan yang bisa dilakukan dengan melakukan sita kendaraan. Sebenarnya produsen edet yang seharusnya mengupayakan pengakuan terhadap kendaraan ini.

Caranya dengan bersurat ke Dinas Perhubungan Provinsi. “Memang tidak mudah, tapi setidaknya sudah melakukan upaya untuk mendapatkan pengakuan,” pungkasnya.

Tiga orang warga Desa Sidem, Kecamatan Gondang meninggal dunia karena ditabrak Edet, Selasa (28/5/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketiga korban adalah ibu dan anak Kristin Puspa Lingga (27) dan Titis (6) serta keponakannya, Vania (6).

Edet adalah gerobak kayu yang dimodifikasi dengan chasis mobil dan dipasang mesin diesel satu silinder namun bervolume besar. Edet juga dilengkapi dengan gardan dan setir, sehingga layaknya sebuah mobil.

Meski dianggap kendaraan ilegal, namun edet menjadi sarana angkutan alternatif di wilayah dengan akses transportasi terbatas. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved