Kabar Situbondo

Pernyataan Mantan Rektor Universitas Al Azhar dari Mesir saat Hadiri Wisuda di Pondok Situbondo

Karena di Ma'had Aly diajarkan pendidikan pesantren yang berbasis kitab kuning dan keilmuan pendidikan agama yang terus diajarkan selama 24 jam.

Pernyataan Mantan Rektor Universitas Al Azhar dari Mesir saat Hadiri Wisuda di Pondok Situbondo
Ist
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, menghadiri Wisuda (Haflatul) Ikhtitam Wa Muhadharah Ammah (HIDMA) Ma'had Aly Li Ilmil Fiqh Wa Ushulih di PP Sakafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Rabu (3/7/2019). 

SURYAMALANG.COM - Mufti yang juga mantan Rektor Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, Prof Dr Syekh Ibrahim Shalah Al Hud Hud, menghadiri wisuda atau Haflatul Ikhtitam Wa Muhadharah Ammah (HIDMA) Ma'had Aly Li Ilmil Fiqh Wa Ushulih di Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (3/7/2019).

Ibrahim Shalah dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, Universitas Al Azhar mengajarkan pendidikan tasawuf Islam dari empat madzhab.

Universitas Al Azhar juga tidak pernah mengajarkan fanatisme buta atau faham yang mengarah pada radikalisme. 

"Saat ini, Al Azhar memiliki jumlah mahasiswa dari seluruh dunia sebanyak 40 ribu mahasiswa dari 106 negara di luar mahasiswa asal Mesir. Sementara, untuk mahasiswa asal Indonesia terdapat 7 ribu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Al Azhar Kairo Mesir," terangnya.

Pihaknya juga memuji keberadaan ponpes di Indonesia. Pendidikan yang diajarkan memiliki banyak  kesamaan. Salah satunya membersihkan dan mengosongkan akhlak tercela.

"Selanjutnya ponpes yang ada di Indonesia juga  mengajarkan pendidikan moral, akhlak dan budi pekerti, yang juga diajarkan di Al Azhar," ceritanya.

Sementara, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, dalam kesempatan itu mengaku optimis bahwa lulusan Ma’had Aly (perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren) akan menghasilkan lulusan yang unggul terutama dalam pembangunan moral dan spiritual bangsa di masa mendatang.

Dengan keunggulan tersebut, Emil berharap para lulusan Ma'had Aly bisa mengabdikan diri terhadap agama, bangsa dan negara. 

Emil Dardak menjelaskan, pendidikan yang diajarkan di Ma'had Aly berbeda dengan metode pendidikan yang diterapkan pada lembaga pendidikan yang lain.

Karena di Ma'had Aly diajarkan pendidikan  pesantren yang berbasis kitab kuning dan  keilmuan pendidikan agama yang terus diajarkan selama 24 jam. 

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved