Malang Raya

Soendari Batik & Art Kota Malang, Sukses Pasarkan Kain Batik Hingga Ke New York Amerika Serikat

Galeri batik yang ia kelola fokus pada aspek edukasi batik. Seperti bagaimana cara membatik, pewarnaan, teknis menggunakan alat batik hingga produksi.

Soendari Batik & Art Kota Malang, Sukses Pasarkan Kain Batik Hingga Ke New York Amerika Serikat
suryamalang.com/Benni Indo
Yunita Sandrayanti, di galeri batik Soendari Batik & Art Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Empat orang warga negara Amerika Serikat mendatangi Soendari Batik & Art di Jl PTP II Permata Soekarno Hatta A2 Kota Malang. Mereka adalah mahasiswa Critical Language Scholarship (CLS) Amerika Serikat yang belajar bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang.

Mereka tidak sekadar berkunjung, tapi juga langsung praktik membuat batik pada selembar kain yang berukurang sekitar 15 cm persegi. Keempat mahasiswa itu didampingi serta dibimbing membuat batik.

Meskipun gerakan tangannya saat membuat pola batik agak kaku, namun mereka terlihat menikmati apa yang mereka lakukan.

Tidak sekali ini saja sejumlah orang asing datang ke Soendari Batik & Art. Sejumlah mahasiswa asing seperti dari Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang juga rutin datang ke Soendari Batik & Art. Mereka belajar nama-nama alat membatik, pola batik hingga asal usul batik.

Yunita Sandrayanti (54) pemilik Soendari Batik & Art menjelaskan, galeri batik yang ia kelola memang fokus pada aspek edukasi batik. Seperti bagaimana cara membatik, pewarnaan, teknis menggunakan alat membatik hingga proses produksi.

Diceritakan Nita, sapaan akrabnya, sejak kecil ia sudah suka akan batik. Keluarganya memiliki tradisi memproduksi batik. Nama Soendari diambil dari nama ibunya nita.

Di usia 30 an tahun, Nita mulai mengoleksi batik. Perlahan, koleksinya semakin banyak dan memulai membuka galeri.

“Dari awal, nenek saya memang punya usaha batik. Buyut juga punya usaha batik di Tulungagung. Kemudian turun ke ibu saya. Setiap kali pergi, ada batik atau tenun, saya tertarik. Saya mencoba mengumpulkan,” ujar Nita, Selasa (2/7/2019).

Nita yang keluarga besarnya berada di Tulungagung waktu itu bertemu dengan seseorang yang sudah tua dan bisa nyanting. Nita kemudian minta bantuan untuk membuat batik gambar ke orangtua tersebut.

“Awalnya saya meminta beliau untuk membuatkan batik dari gambar yang saya buat. Ternyata bisa. Itu berkelanjutan lama, dan akhirnya kita buat batik. Itu kurang lebih tahun 2000,” terangnya.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved