Kabar Surabaya

Korupsi Mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan, Sunat Dana Hibah Pemain Sepak Bola Hingga Rp 3.8 Miliar

Kasus korupsi di PSSI Kota Pasuruan ini berkaitan dengan dana hibah untuk pemain sepak bola yang disunat dengan nilainya mencapai Rp 3,8 miliar

Korupsi Mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan, Sunat Dana Hibah Pemain Sepak Bola Hingga Rp 3.8 Miliar
TRIBUN JATIM/Istimewa
Mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan, EH saat dikeler petugas keluar Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis (4/7/2019). Ia harus menjalani proses hukum dalam kasus korupsi karena sunat dan hibah bagi pemain sepak bola hingga angka mencapai Rp 3,8 miliar 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kasus korupsi di tubuh PSSI Kota Pasuruan akhirnya ditindak polisi dan di Proses di Polda Jatim.

Kasus korupsi di tubuh oraganisasi sepak bola, PSSI Kota Pasuruan ini berkaitan dengan dana hibah untuk pemain sepak bola yang nilainya mencapai Rp 3,8 miliar.

Mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan, EH alias Dede kini harus mendekam dipenjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jadwal Lengkap Pertandingan Liga 1 2019 Pekan ke 7, Tiga Laga Ditunda, Arema FC Vs Persipura Pembuka

UPDATE Klasemen Sementara Liga 1 2019 Jelang Arema FC Vs Persipura, Berebut Hindari Zona Degradasi

BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Siap-siap Nama Arema Akan Ada 3 & Prediksi Pengganti Arthur & Hamka

Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap mantan Ketua PSSI Kota Pasuruan (2013-2015) berinisial EH alias Dede, karena kasus korupsi, Kamis (4/7/2019).

EH ditangkap polisi karena terbukti melakukan korupsi dana hibah untuk pemain sepak bola yang dinaungi PSSI Kota Pasuruan.

Dana hibah yang dikorupsi pelaku, berasal dari kucuran dana yang diberikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pasuruan, senilai Rp 15.249.970.000,-

Sejatinya, dana tersebut digunakan oleh PSSI untuk melakukan pembinaan para atlet pemain sepak bola muda yang tergolongdalam kelompok umur U-16, U-19, dan Liga Remaja.

Namun oleh EH, dana tersebut disunat Rp 3.883.480.409,- untuk kepentingan pribadinya, selama menjabat.

Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, saat rilis tersangka di Balai Wartawan Mapolda Jatim, Kamis (4/7/2019).
Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, saat rilis tersangka di Balai Wartawan Mapolda Jatim, Kamis (4/7/2019). (TRIBUN JATIM/ISTIMEWA)

"Jadi yang seharusnya diberikan kepada pemain contoh pemain diberikan Rp 2,5 juta banyak diberikan-nya di Rp 1,7 juta contohnya gitu," kata Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, saat ditemui awak media di Balai Wartawan Mapolda Jatim, Kamis (4/7/2019).

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved