Kabar Pasuruan

Lestarikan Seni dan Budaya, Lesbumi NU Gelar Rakornas di Pasuruan

Dalam rakornas ini, ada serangkaian agenda kegiatan. Tak hanya itu, ada juga pameran seni rupa, instalasi , naskah kuno, pusaka dan topeng.

Lestarikan Seni dan Budaya, Lesbumi NU Gelar Rakornas di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat melibat koleksi lukisan di rakornas Lesbumi. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 3 Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdhatul Ulama (LESBUMI NU) digelar di Taman Candra Wilwatikta Pasuruan, Rabu (3/6/2019).

Acara nasional ini dibuka langsung Ketua PB Lesbumi, Kiai Ngabehi Agus Sunyoto dengan didampingi seluruh pengurus lesbumi se-Indonesia. Rencananya, acara akan digelar selama tiga hari, yakni 3-5 Juli 2019.

Dalam rakornas ini, ada serangkaian agenda kegiatan. Tak hanya itu, ada juga pameran seni rupa, instalasi , naskah kuno, pusaka dan topeng

Untuk pameran seni rupa, yang dipamerkan sebanyak sebanyak 44 lukisan ,3 patung dan 1 seni instalasi oleh puluhan seniman Lesbumi. Sedangkan naskah-naskah kuno merupakan koleksi anggota Lesbumi yang mengedepankan pelestarian.

Yang menarik, untuk pemeran seni rupa terdapat salah satu lukisan karya Gus Mus ( KH Musthofa Bisri) dan KH Zawawi Imron. Keduanya merupakan maestro yang sangat dikenal di bangsa ini.

Demikian juga pemeran keris dan topeng merupakan koleksi anggota Lesbumi masing-masing sebanyak 57.Angka 57 ini menggambarkan usia Lesbumi di tahun 2019.

"Lesbumi merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama dan bergerak untuk melestarikan seni dan budaya. Semua potensi dan sisi pelestarian kita pamerkan di sini," kata Ketua Panitia Rakornas Yul Ardhiantono atau yang lebih akrab dipanggil Ki Ardi.

Ketua PB Lesbumi NU, Kiai Ngabehi Agus Sunyoto menyampaikan, Lesbumi tidak hanya merawat seni dan budaya tapi juga tegas dalam memberikan perlindungan, pengawalan bahkan tindakan perlawanan terhadap gerakan-gerakan anti seni budaya.

Sementata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan, dalam hal ini, pihaknya sangat mendukung Lesbumi dalam melestarikan seni dan budaya.

"Seni dan budaya itu warisan. Jadi harus dan wajib dilestarikan. Kami bangga, Pasuruan menjadi tempat rakornas. Semoga lesbumi selalu konsisten dan lebih baik ke depannya," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved